BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Kondisi Pelabuhan Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung semakin memprihatinkan. Beberapa bangunan di pelabuhan itu hancur. Pantauan wartawan, Rabu (7/2), senderan pelabuhan di sisi timur sudah tergerus. Pun demikian dengan bangunan tempat suci, padmasana. Sejumlah palinggihnya berserakan. Bangunan tempat gardu listrik di sisi utara, pondasinya tergerus dan nyaris roboh, terlihat miring. Kabel listrik yang tersambung ke sana terpaksa diputus karena sejumlah tiang listrik roboh.
Rusaknya beberapa bangunan itu akibat terjangan ombak pantai. Kemudian diperparah aliran Tukad Unda yang debitnya airnya meningkat seiring meningkatnya intensitas hujan di Klungkung dan di hulu Tukad Unda. “Kalau ombaknya besar, pasti menghantam pelabuhan itu. Itu terjadi setiap tahun,” ujar warga Desa Kusamba, Jero Mangku Dharma.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung I Nyoman Sucitra mengakui kondisi pelabuhan kian memprihatinkan. “Makin memprihatinkan. Padmasana habis. Tempat gardu PLN nyerendeng (miring, Red),” ujar Sucitra ditemui kemarin. Pihaknya pun mengakui, rusaknya bangunan itu karena terjangan ombak, dan meningkatnya debit air sungai Tukad Unda.
Bagaimana penanganan selanjutnya? Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Klungkung itu mengungkapkan bahwa kewenangan pengelolaan pelabuhan tersebut sudah ada di pemerintah pusat. Hingga saat ini, pihaknya belum mendapat informasi upaya penanganan. “Sekarang bolanya (kewenangan,Red) sudah ada di pusat,” tegas pejabat asal Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, itu. Pemkab Klungkug sebatas mendapat kewenangan penyertifikatan jalan eksisting sepanjang 1,77 kilometer dengan lebar 30 meter yang ada di eks galian C. Saat ini akses jalan eksisting menuju pelabuhan itu juga sudah putus karena aliran sungai. Sehingga jalan itu tak bisa dilewati. “Sekarang posisi pelabuhan sudah seperti Tanah Lot. Jalannya sudah putus,” seloroh Sucitra. Sedangkan terkait kerusakan bangunan gardu listrik, penanganannya dikoordinasikan dengan PLN.
Seperti diketahui, Pelabuhan Gunaksa sudah mulai dibangun sejak 2006. Saat itu, Kabupaten Klungkung masih dipimpin I Wayan Candra sebagai bupati. Anggaran yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 200 miliar, lebih. Sudah tiga uji coba pengoperasian. Namun seluruhnya gagal.
Editor : I Putu Suyatra