BALI EXPRESS, TABANAN - Proses pencarian jenazah I Gede Adi Merta Yasa, 21, di areal Bendungan Telaga Tunjung memang menyisakan misteri.
Pencarian dilakukan Kamis sore (8/2) oleh tim gabungan dari Basarnas Bali, BPBD Tabanan, Rescue Sabhara Polda Bali, dan Pol Air Polda Bali, hingga akhirnya jenazah pemuda tersebut ditemukan Sabtu (10/2).
Anehnya korban ditemukan setelah paranormal, pemangku, keluarga korban dan tim SAR memercikkan tirta di areal Bendungan Telaga Tunjung dengan menggunakan rubber boat. Tim SAR juga sempat menghaturkan pekelem pejati ke Tukad Yeh Mawa, yang merupakan lokasi sandal dan senter korban ditemukan atau berjarak sekitar 1 kilometer korban ditemukan.
Sebelumnya, keluarga korban juga Mepekeling di Pura Dalem, Pura Panti dan Pura Campuhan setempat. Dan tiba-tiba saja jenazah korban mulai muncul di permukaan air, masih mengenakan pakaian yang ia gunakan sebelum menghilang, sudah mulai kaku, dan beberapa bagian tubuhnya mulai mengelupas.
Padahal sejak pagi tim sudah menyisir seluruh areal Bendungan Telaga Tunjung hanya saja korban memang tidak ditemukan. Bahkan menurut sumber, selama tiga hari ini sebanyak 15 orang pintar sudah datang kerumah korban tanpa diundang guna memberikan bantuan menemukan korban.
Berbagai petunjuk dari 15 orang pintar pun sudah dilakukan, mulai dari Nebusin, Mulang Pakelem Bebek Putih di Sungai Yeh Mawa hingga matur piuning di seluruh Pura yang ada di sekitar rumah korban. Termasuk melakukan pencarian menggunakan Gong, Cengceng Kebes, hingga Kentongan namun hasilnya memang masih nihil. Hingga akhirnya korban ditemukan mengambang setelah keluarganya memercikkan tirta di Bendungan Telaga Tunjung.
Selanjutnya, jenazah korban Gede Adi dibawa kerumah asalny di Banjar Kesiut Kawan, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan. Namun selama ini korban memang tinggal di Banjar Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, karena orang tuanya memiliki rumah disana.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika menjelaskan, sekitar pukul 14.30 jenazah Gede Adi sudah dibawa kerumah asalmya di Banjar Kesiut Kawan, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan Tabanan untuk diupacarai. "Jenazah digotong warg menggunakan bambu secara bersama-sama dengan jalan kaki melewati selatan Bendungan Telaga Tunjung dengan jarak sekitar 2 kilometer. Untuk upacara seperti apa, kami belum tahu," ujarnya.
Perbekel Desa Kesiut, I Gusti Putu Gede Purwa mengatakan untuk upacara korban diprediksi akan dilaksanakan pada Senin Pon Ugu, Senin (12/2). "Tetapi belum pasti karena masih menunggu petunjuk dari Sulinggih. Dan saat ini jenazah sudah dirumah asal, dan kami pun melaksanakan penyuntikan mayat agar tidak berbau," paparnya.
Editor : I Putu Suyatra