Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Isi Dapur Jadi 'Jimat' Sederhana untuk Bayi, Begini Caranya

I Putu Suyatra • Minggu, 18 Maret 2018 | 16:11 WIB
Isi Dapur Jadi
Isi Dapur Jadi

BALI EXRESS, DENPASAR - Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, bayi perlu mendapaat perlakuan ekstra karena rentan terhadap pengaruh hal gaib. Saat diajak bepergian, masyarakat Bali percaya bayi harus diberikan 'jimat' sebagai penanda khusus,  agar tak diganggu makhluk gaib atau ilmu hitam.


 


Menurut Dr. I Made Adi Surya Pradnya alias Jro Dalang Nabe Roby, salah satu cara yang umum digunakan adalah menempelkan bawang pada kening, ubun-ubun, tangan, dan kaki si bayi. Bawang dipercaya mampu menangkal ilmu hitam. Namun, perlu diperhatikan, jika menaruh di bagian tubuh, tertentu karena bisa menyebabkan mata si bayi perih.


Selain itu, bisa pula dengan menempelkan ujung dari sirih yang bertemu uratnya pada jidat si bayi. Sebagaimana diketahui, sirih yang bertemu uratnya adalah lambang tapak dara dalam agama Hindu, dan juga memiliki manfaat secara gaib dalam menangkal roh jahat. Selain bawang dan sirih, bisa pula dengan mengoleskan abu aon (abu sisa pembakaran) di dapur atau arang dapur. Letaknya, masih tetap sama, yakni di kening, ubun-ubun, tangan, dan telapak kaki.


Jro Dalang melanjutkan, juga perlu diperhatikan saat menggendong bayi ketika keluar rumah, yakni hindarkan si bayi menghadap ke belakang. "Kalau menghadap ke belakang, maka bisa diganggu makhluk halus yang menyebabkan bayi takut," ujarnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (30/5/2017) lalu.


Tak hanya itu, kata dia, saat pulang dari bepergian, sebaiknya si bayi diajak ke dapur terlebih dahulu. Demikian pula orang tua atau kerabat yang baru datang, sebaiknya masuk ke dapur terlebih dahulu. "Jadi, usahakan masuk ke dapur terlebih dahulu. Jangan langsung ke tempat tidur. Agar mendapat panugerahan Brahma," jelasnya. 

Editor : I Putu Suyatra