Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Longsor Timbun Jalan, Warga Batal Ngiring Ida Sesuhunan

I Putu Suyatra • Senin, 2 April 2018 | 02:08 WIB
Longsor Timbun Jalan, Warga Batal Ngiring Ida Sesuhunan
Longsor Timbun Jalan, Warga Batal Ngiring Ida Sesuhunan

BALI EXPRESS, GIANYAR - Hujan deras yang mengguyur kawasan Gianyar utara sepanjang Sabtu malam (31/3) menyebabkan musibah tanah longsor. Longsor yang berlangsung pada Sabtu malam itu menutup ruas jalan Banjar Satung, Desa Buahan, Payangan. Akibatnya warga setempat yang Minggu pagi (1/4) hendak ngiring sesuhunan di Pura Rambut Siwi lunga ke Pura Tangkluk, Banjar Susut dibatalkan.


Bendesa Pakraman Satung I Wayan Panggil ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Panggil menuturkan, musibah tanah longsor di ruas jalan penghubung Banjar Satung dengan Banjar Buahan itu diperkirakan terjadi pada Sabtu malam sekitar jam 20.00. Hari itu selain wilayah tersebut diguyur hujan lebat, longsor itu diperkirakan karena kondisi tanah yang labil di kawasan itu. Apalagi menurut dirinya, tanah sawah diatas jalan yang longsor itu sudah beberapa kali mengalami longsor, dan kemarin menjadi yang terparah hingga menutup semua ruas jalan.


“Tanah di sekitar lokasi longsor itu memang labil, dan sudah sering terjadi longsor. Cuma yang longsor semalam paling parah. Karena material longsor menutup semua badan jalan, hingga warga Satung sempat terisolir,” ucapnya.


Karena jalanan yang sempat terputus tertimbun material longsor, membuat rencana untuk ngiring sesuhunan Pura Rambut Siwi untuk lunga ke Pura Tangluk di Banjar Susut dibatalkan. Padahal sebelumnya rencana itu sudah akan dilaksanakan pagi kemarin. “Ya dibatalkan. Karena kejadian ini membuat krama tidak bisa lewat melalui jalan itu,” sambungnya.


Sementara itu Kelian Dinas Banjar Satung I Nyoman Mudana menambahkan, bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada akhirnya membuat aliran air dari hulu mengalami penumpukan di lokasi longsor. Keadaan ini juga diperparah dengan kondisi tanah yang labil dan membuat tanahnya menjadi ambrol sepanjang 20 meter.


Dia menjelaskan paska longsor tersebut, upaya untuk membersihkan material longsor langsung dilakukan warga dengan peralatan seadanya manual. “Untuk material longsor tadi pagi sudah dibersihkan secara gotong-royong oleh warga. Cuma melihat kondisi di lokasi longsor, kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap jalur ini. Karena lokasinya yang labil dan rawan longsor, serta tanah di sebelah selatan juga berpeluang ambrol lagi,” katanya.


Harapan itu dia sampaikan mengingat longsor tersebut selain kerap terjadi dan menutup badan jalan. Kejadian ini juga menutup saluran irigasi persawahan warga setempat. 

Editor : I Putu Suyatra
#bencana #gianyar