BALI EXPRESS, TABANAN - Puluhan buruh asal Tabanan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dipastikan akan mengikuti peringatan Hari Buruh atau May Day yang akan digelar di Kantor Sekretariat DPD SPSI Bali di Sesetan, Denpasar, Selasa tanggal 1 Mei 2018 besok. Namun May Day tidak akan diisi dengan aksi turun ke jalan, namun akan dimeriahkan dengan kegiatan sosial seperti donor darah.
Ketua DPC SPSI Tabanan, I Ketut Budiarsa mengatakan bahwa acara peringatan May Day tahun 2018 ini dipusatkan di DPD SPSI Bali, dimana SPSI Tabanan akan diwakili sekitar 20 orang pekerja yang berasal dari sejumlah perusahaan di Tabanan. “Kita juga tidak ada titik kumpul di Tabanan karena kita akan langsung menuju DPD dan sudah melapor ke Polres Tabanan dan Kodim Tabanan,” ujarnya Minggu kemarin (29/4).
Namun jumlah tersebut bisa saja bertambah atau berkurang karena pihaknya masih akan menggelar rapat kembali Senin (30/4). Adapun para pekerja yang diperkirakan akan mengikuti kegiatan tersebut adalah pekerja dari Warung Subak, DTW Tanah Lot, Alila Villa Soory, Hotel Dewi Sinta, dan tentunya pengurus DPC SPSI Tabanan.
Pihaknya juga menegaskan jika SPSI tidak akan turun ke jalanan untuk menyampaikan aspirasi lantaran saat ini merupakan tahun politik dan pihaknya ingin menjaga kondusifitas Bali. “Kita ingin ikut menjaga kondusifitas Bali menjelang Pilgub Bali 2018, karena jika situasi tidak kondusif itu akan berpengaruh kepada pekerja sendiri, jadi kita tidak melakukan aksi turun ke jalan,” imbuh Budiarsa.
Nantinya, peringatan May Day akan diisi dengan kegiatan sosial berupa donor darah yang bekerjasana dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali. Usai donor darah, kegiatan juga akan diisi dengan diskusi santai membahas sejumlah hal yang berhubungan dengan persoalan buruh. “Karena sudah dipusatkan di Provinsi jadi peringatan May Day di Kabupaten ditiadakan” lanjutnya.
Seperti misalnya mengenai hak dan kewajiban pekerja dan perusahaan, upah dan lainnya. Karena sejauh ini menurutnya perusahaan di Tabanan yang wajib melapor ke Disnaker masih sedikit, sedangkan di Tabanan ada cukup banyak perusahaan yang beroperasi. Hal itu mencerminkan jika kesadaran perusahaan masih rendah sehingga akan berpengaruh pada para pekerjanya. “Jadi tidak sedikit perusahaan yang menganggap pekerja adalah beban, padahal pekerja adalah partner, kalau tanpa pekerja tentu perusahaan tidak akan berjalan dengan baik,” paparnya.
Begitu pun soal upah, SPSI Tabanan bersama Disnaker Tabanan bahkan rutin turun ke lapangan setiap tiga bulan sekali untuk melakukan sosialisasi ke perusahaan maupun kepada pekerja. Saat ini SPSI Tabanan sendiri memiliki sekitar 3.000 anggota yang merupakan pekerja dari berbagai perusahaan yang ada di Tabanan. “Sebelumnya ada sekitar 4.000 peserta tetapi karena Nirwana Bali Resort tutup jadi anggota berkurang, dan ada juga sejumlah perusahaan yang memang memiliki serikat pekerja intern di dalamnya,” pungkasnya.
Editor : I Putu Suyatra