BALI EXPRESS, DENPASAR – Agar tidak kecolongan lagi menyusul penggerebakan 33 Warga Negara Tiongkok pelaku kejahatan kejahatan online di Jalan Gatsu I No 9 Denpasar, prajuru Banjar Tegeh Sari, Tonja, Denpasar yang mewilayahi daerah tersebut melakukan sidak pendataan krama tamiu dan tamiu, Rabu malam (9/5). Sidak dilakukan oleh Kelihan Banjar Tegeh Sari bersama prajuru, kepala lingkungan, pecalang dipantau oleh Lurah Tonja serta Babin dan Babinkamtibnas kelurahan Tonja.
Menurut Jero Kelihan Putu Gde Himawan Saputra dan prajuru lainnya, disampaikan bahwa kawasan Banjar Tegeh Sari sangat heterogen dan kewilayahan kurang lebih sampai 1 km banjar ini berada di Jalan Gatot Subroto Tengah. Daerah ini merupakan titik sangat central dan strategis di Kota Denpasar. Sebab pemukiman pendatangnya juga sangat banyak dan sulit dideteksi jika tidak melaporkan diri bagi penduduk pendatang yang bermukim lebih dari 24 jam.
“Untuk itu, dilaksanakan sidak pendataan tamiu dan krama tamiu yang berada di Lingkungan Tegeh Sari untuk lebih menertibkan tamiu yang setiap saat bisa hilir mudik keluar masuk di wilayah Banjar Tegeh Sari,” katanya.
Menurutnya, sidak pendataan Ini akan dilakukan setiap saat untuk menjaga wewidangan banjar dari oknum oknum yang berniat jahat untuk lingkungan maupun Denpasar dan Bali pada umumnya
Dari sidak ini untuk krama tamiu/warga dinas sebagian besar sudah melaporkan diri sedangkan penduduk pendatang musiman yang disebut tamiu ada 100 orang yang terjaring belom melaporkan diri di lingkungan banjar tegeh sari.
Sementara itu, dari hasil sidak tersebut, 100 orang tejaring karena belum melapor diri serta 80 orang yang sudah langsung melaporkan diri. “Itu khusus untuk tamiu atau penduduk pendatang musiman. Sedangkan krama tamiu atau warga dinas yang berjumlah 1.200 KK serta 157 krama ngarep banjar tidak ada ditemukan masalah,” jelas Jero Kelihan Putu Gde Himawan Saputra.
Editor : I Putu Suyatra