Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Tanda-tanda Jamur pada Wajah dan Cara Pencegahannya

I Putu Suyatra • Selasa, 15 Mei 2018 | 16:14 WIB
Begini Tanda-tanda Jamur pada Wajah dan Cara Pencegahannya
Begini Tanda-tanda Jamur pada Wajah dan Cara Pencegahannya

BALI EXPRESS, DENPASAR - Infeksi jamur bisa menyerang bagian mana saja dari tubuh. Mulai dari vagina, penis, mulut, hingga kukuk tangan dan kaki. Satu area tubuh yang juga tidak luput dari jajahan jamur adalah wajah. Infeksi jamur pada wajah ada dua jenis, yaitu tinea faciei dan tinea barbae. Yang menjadi perbedaan adalah lokasi infeksinya. Infeksi tinea faciei hanya terbatas pada daerah wajah yang tidak berambut, misalnya pipi, dahi, serta batang hidung dan sekitarnya. Pada infeksi tinea barbae, infeksi lebih umum menyerang daerah yang berambut, seperti daerah kumis dan jenggot.


“Spesies jamur yang paling umum menginfeksi wajah dalah microsporum canis, tricophyton mentagrophytes, dan tricophyton rubrum. Jenis jamur ini biasanya ditularkan melalui binatang-binatang peliharaan di rumah. Binatang yang dapat memperantarai penyebaran penyakit ini ke manusia umumnya adalah binatang pengerat seperti hamster, marmut, tikus, dan juga binatang-binatang lain seperti kelinci, anjing, kucing, sampai kuda. Tetapi, infeksi juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan orang lain yang mengalami infeksi jamur,” tutur salah satu dokter kecantikan, Dr Ria Apriliya, Senin (14/5).


Tanda dan gejala wajah jamuran umumnya hampir mirip dengan gejala infeksi jamur pada kulit area lainnya. Yaiitu berupa bercak-bercak kulit kemerahan yang biasanya kasar, berkerak atau ‘beruntusan’, dan dikelilingi oleh bintil atau krusta (luka basah yang sudah mengering).


Tanda lainnya yang mungkin timbul adalah tekstur kulit yang tidak rata, sedikit meninggi pada tepi bercak. Bercak ini biasanya berbentuk anular atau melingkar.


Selain itu, infeksi jamur juga menyebabkan rasa gatal dan panas pada daerah yang terinfeksi. Gejala ini bisa makin parah ketika terpapar sinar matahari.


 


“Infeksi jamur paling sering menyerang di daerah pipi, selain itu dapat juga menyerang bagian hidung, sekitar mata, dagu, dan dahi. Infeksi ini juga dapat menyerang beberapa area sekaligus,” tegasnya.


Jika semakin parah, segeralah ke dokter untuk diobati. Penobatan infeksi jamur pada wajah biasanya berupa salep atau krim antijamur. Jika infeksi sudah sangat menyebar, dokter dapat meresepkan obat antijamur yang diminum.


“Pencegahan infeksi ini dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan sekitar. Rajinlah cuci muka dua kali sehari. Jangan lupa juga untuk rutin mengganti sarung bantal, sarung guling, dan seprai," sarannya.


Selain itu, Ria menambahkan, jika memiliki binatang peliharaan, jangan lupa untuk merawat kebersihannya. Pastikan tidak membawa penyakit. Jika peliharaan Anda sakit, pisahkan ia sementara dari orang-orang rumah agar tidak menyebabkan penularan. 

Editor : I Putu Suyatra
#kesehatan