BALI EXPRESS, DENPASAR - Di dunia ini memang terdapat Rwabhineda ( berbeda tetapi satu). Dua kekuatan itu diupayakan selaras sehingga menjadi positif. Dalam berhubungan badan pun, dua kekuatan itu diselaraskan sehingga mengahsilkan kehiduapan yang baru dan baik. Bagaimana caranya?
Guna mendapatkan keturunan yang dominan ke arah yang lebih positif terdapat beberapa cara, agar para dewa yang lebih menguasai seorang anak yang dilahirkan. Dikatakan Peneliti Budaya dan penulis buku Hindu, I Ketut Sandika, S.Pd, M.Pd, ada trik dalam proses berhubungan hingga mengahasilkan keturunan yang suputra.
“Pertama, sebaiknya dilakukan dengan penuh rasa cinta yang diimbangi nafsu. Sebelum melakukan hubungan sebaiknya saling membasuh kaki pasangan. Karena di sana ada rasa saling mengasihi satu sama lain. Di samping itu, sebaiknya mengucapkan nama-nama dewa,” jelasnya.
Hal itu perlu dilakukan karena akan sangat memengaruhi kekuatan sperma yang keluar untuk bertemu dengan sel telur. Sehingga, akan menghasilkan anak yang suputra penuh dengan kedewataan. Terlebih dalam melakukannya juga tidak sembarangan.
“Agar sperma matang yang keluar, sebaiknya melakukan hubungan seks malam hari pukul 23.00 hingga 00.00 tepat. Karena kala itu adanya puncak pertemuan juga pergantian waktu. Sedangkan paginya, sebaiknya pada pukul 03.00 hingga 06.00 karena suasana yang sangat mendukung yang segar dan sejuk. Sehingga sperma yang keluar juga sehat dan segar,” imbuhnya.
Ditambahkn Sandika, jika membuat anak laki-laki sebaiknya memulai bersenggama si pria naik dari sebelah kanan si perempuan dengan terus memuja dewa-dewa. Sedangkan jika berkeinginan membuat anak perempuan, sebaiknya saat melakukan hubungan badan si pria naik dari sebelah kiri si perempuan sambil melantunkan nama para dewi. Sehingga dalam pencapaian terakhir dapat memengaruhi apa yang diusahakan dalam bersenggama sesuai isi Lama Sutra.