Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Data Duktang, Sasar Kos-kosan dan Kontrakan

I Putu Suyatra • Jumat, 18 Mei 2018 | 15:33 WIB
Data Duktang, Sasar Kos-kosan dan Kontrakan
Data Duktang, Sasar Kos-kosan dan Kontrakan



BALI EXPRESS, DENPASAR - Mengantisipasi terjadinya hal yang tak diinginkan, secara serentak di Kota Denpasar dilakukan pendataan dan sidak ke rumah kos-kosan dan kontrakan. Salah satunya di Banjar Medura, Desa Sanur Kauh, Desa Adat Intaran, Denpasar melakukan pendataan kepada penduduk nonpermanen di lingkungan desa setempat. 


 


Kepala Dusun Banjar Medura, Desa Sanur Kauh, I Kadek Mahardika menjelaskan pendataan tersebut untuk menciptakan kenyamanan bagi warganya dan penduduk pendatang yang tinggal di sana. Terlebih pihaknya memang telah melakukan pendataan secara rutin oleh sekaa teruna dan dibantu oleh pecalang banjar. "Kita saat ini ya fokusnya pendataan kepada masyarakat nonpermanen saja yang tinggal di lingkungan kita saja," terangnya di Denpasar Kamis kemarin (17/5). 


 


Dalam kesempatan itu, ia mengaku sebelumnya memang secara rutin pendataan tersebut setiap tiga bulan sekali. Bahkan sampai saat ini dalam pendataan masih kondusif, aman, dan mereka menurutnya telah saling menghormati baik antara warga asli maupun sesama warga nonpermanen. Karena setiap tiga bulan itu pihaknya selalu mendapati warga nonpermanen yang tinggal di lingkungannya. 


 


"Sampai saat ini baru kita data 100 orang, sedangkan jumlah yang terdata sekitar 450 warga. Karena mereka kebanyakan kerjaannya di proyek, dan buruh bangunan, jadi pindah-pindah. Sampai saat ini mereka juga sudah bawa kartu identitas semua, ketika sudah lengkap baru kita rekap lagi dan dibawa ke kantor desa," terang Mahardika. 


 


Pada tempat yang sama, Wakil Ketua Sekaa Pemuda Segara Madu, Banjar Medura, Sanur Kauh I Wayan Leosanjaya, menjelaskan tujuan  dari pendataan itu terkait situasi banjar, karena sekaa teruna juga harus tahu paling terdepan dengan lingkungan sekitar. Terlebih saat ini menurutnya isu teroris yang ada pihaknya menjadi lebih jeli lagi dalam pendataan. 


 


Bahkan beberapa waktu lalu di desa setempat, ia mengungkapkan bahwa sempat mengalami kecolongan. Yaitu salah satu penduduk nonpermanen terjaring pengedar narkoba, sehingga ia bersama anggotanya lebih gencar melakukan pengecekan kembali setiap tiga bulan sekali. "Memang saat kita datang orangnya biasa-biasa saja, namun kita kan tidak tahu besok atau saat kita pergi apa yang mereka lakukan. Sehingga  kedapatan mereka digerebek, makanya kami jadi waswas meskipun sebagian besar orangnya kita sudah saling kenal," terang Leo. 


 


Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengungkapkan pada kontrakan yang ia data ada yang belum membawa identitas. Maka ia hanya bisa menunjukkan tanda telah terdaftar di kantor desa dan itu saja yang didatanya. "Ini kan terkait keamanan sebagai penunjang pariwisata, kalau sampai tidak aman kan ekonomi menjadi lesu. Saya juga berharap di sini aman - aman saja dan terhindar dari teroris," imbuhnya.

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar