BALI EXPRESS, DENPASAR - Warga Jalan Akasia XVI nomor 8, Desa Tanjung Bungkak, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur digegerkan dengan penemuan mayat bayi perempuan di tumpukan sampah yang dikerumuni semut di dekat garasi mobil rumah kosong bekas tempat praktik dokter I Gede Jaya Putra pada Minggu (29/7) pukul 11.00 wita.
Dari informasi yang dihimpun bayi tersebut ditemukan oleh penyewa garasi di lokasi Gede Adi Atmaja yang kebetulan usai membersihkan merajan pekarangan. Dia dikejutkan dengan temuan bungkusan plastik yang berada tepat di samping pintu masuk dengan kepala bayi masih kelihatan. Saksi kemudian berusaha menariknya menggunakan bambu dan memeriksa secara keseluruhan. Bayi tersebut langsung keluar dari plastik dan jatuh. Kemudian saksi langsung menghubungi pemilik lokasi yang tidak lain adalah dr. I Gede Jaya Putra.
"Salah satu penyewa garasi bersih - bersih pukul 09.00. Saat mau keluar dan ingin menutup garasi dari saksi melihat benda mencurigakan. Ternyata adalah orok," terang Kapolsek Denpasar Timur AKP I Nyoman Karang Adiputra.
Gede Jaya yang mendapati laporan tersebut kemudian menghubungi petugas BPBD Denpasar dan Polsek Denpasar Timur. Barulah sekitar pukul 11.00 petugas BPBD datang dan langsung mengevakuasi mayat orok yang telanjang tanpa sehelai kain tersebut. Lantaran menjadi tontonan para warga.
"Banyak masyarakat yang melihat sehingga oleh BPBD langsung bertindak. Bayi orok tersebut kemudian dibungkus dan dibawa ke Sanglah," ubgkapnya.
Nyoman Karang menduga bahwa mayat bayi tersebut dibuang di pagi hari di tumpukan sampah. Lantaran TKP penemuan merupakan garasi mobil yang disewakan untuk banyak orang. Namun pastinya apakah bayi tersebut baru lahir atau baru dibuang belum bisa dipastikan. Pun juga minim benda - benda lain yang ditinggalkan.
Istri dokter Gede Jaya pun mengaku rumah tersebut sudah tidak dipakai praktik sejak 2 tahun lalu. Saat ini sebagian tanah kosong miliknya disewakan untuk lahan parkir. "Saya ke sini kalau pas sembahyang aja. Kalau sehari - hari tinggal di rumah di Yangbatu," ucapnya.
Sementara itu beberapa saksi lain menyampaikan bahwa saksi menduga pelaku pembuangan mayat bayi tersebut sekitar jam 02.00 dini hari. Karena saat itu saksi melihat ada sepeda motor yang parkir di sekitar TKP, namun setelah sempat dicari pemiliknya tidak ada. Saksi kemudian masuk lagi ke dalam rumahnya. "Bayinya sudah biru, saya ndak berani lihat," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bagian Forensik RSU Sanglah dr. Dudut Rustiadi menyampaikan bahwa mayat bayi tersebut diterimanya sekitar pukul 12.55 wita. Dan telah dilakukan pemeriksaan luar pada pukul 13.14. Dari hasil pemeriksaan, bayi perempuan tersebut seberat 2,57 kilogram dengan panjang badan 49 sentimeter. "Cukup bulan dalam kandungan, tidak terdapat tanda-tanda perawatan, tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan. Sebab kematian dan lahir hidup tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan otopsi," jelasnya.
Editor : I Putu Suyatra