Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TPA Bengkala Overload, Ini Penyebabnya

I Putu Suyatra • Selasa, 14 Agustus 2018 | 18:52 WIB
TPA Bengkala Overload, Ini Penyebabnya
TPA Bengkala Overload, Ini Penyebabnya


BALI EXPRESS, SINGARAJA - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bengkala, kondisinya sudah overload. Hal ini ditenggarai lantaran pemilahan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang tersebar di desa-desa belum berjalan maksimal. Tak pelak, sampah sepenuhnya masuk ke TPA Bengkala yang berlokasi di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan.


 


Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi, Senin (13/8) siang, sampah nampak menggunung di TPA Bengkala. TPA ini sudah tak mampu lagi menampung luberan sampah rumah tangga yang berasal dari limbah perkotaan.


 


Bahkan, volumenya mencapai 150 meter kubik sampah khusus dari Kota Singaraja yang setiap harinya masuk ke TPA Bengkala. Tak pelak, kondisi ini kian membuat TPA Bengkala menjadi semakin krodit.


 


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Putu Ariadi Pribadi tak menampik atas overload-nya TPA Bengkala. Mantan Camat Gerogkak yang belum genap sebulan menjabat Kadis DLH ini menjelaskan, proses pemilahan sampah organik dan non organik semestinya bisa dilakukan di rumah tangga.


 


“Semestinya sampah organik bisa diolah di TPST. Sedangkan sampah non organik, residunya baru masuk ke TPA Bengkala. Tetapi faktanya sekarang kan semua sampah masih masuk ke TPA Bengkala, tanpa diolah terlebih dahulu. Sehingga cepat overload,” ujar Ariadi.


 


Atas kondisi ini, Ariadi berencana akan melakukan evaluasi terhadap 28 TPST di Buleleng. Tak hanya itu, evaluasi juga akan dilakukan terhadap 51 unit mobil pengangkut sampah yang dipinjampakaikan kepada desa agar pemanfaatannya bisa lebih optimal.


 


Pihaknya pun mengklaim sudah melakukan pembinaan dan pengawasan ke desa-desa. Tujuannya untuk mendorong agar pemerintah desa mengoptimalkan TPST yang ada. Dengan harapan, adanya Bank Sampah, TPST dan mobil pengangkut sampah bisa dimaksimalkan sehingga pengolahan sampah bisa dilakukan dari desa.


 


 “Kami akan kordinasikan dengan Dinas PMD terkait dengan sinergitas penganggaran. Karena di desa sudah ada dana desa, ADD, apakah memungkinkan dengan dana itu bisa membiayai petugas pemilahan sampah. Sehingga bebannya tidak di Pemerintah Daerah,” imbuhnya.


 


Lalu apakah ada rencana penambahan lahan untuk perluasan TPA Bengkala? Ariadi menyebut jika di perencanaan anggaran sudah dimasukkan. Hanya saja proses pengadaan masih dalam tahapan.


 


“Sekarang tahapan sedang penentuan lokasi. Karena nilainya di bawah Rp 5 miliar, maka kewenangan penentuan lokasinya ada pada Bupati. Kami punya anggaran Rp 2,21 miliar, tetapi belum tahu pasti kira-kira berapa are luas lahan yang didapat. Karena menyesuaikan dengan harga pasar,” tutupnya.

Editor : I Putu Suyatra
#buleleng