BALI EXPRESS, DENPASAR - Memperingati kemerdekaan RI ke-73 tahun ini tak jarang beberapa desa sengaja membuat lomba yang unik. Tujuannya tiada lain untuk turut memeriahkan hari kemerdekaan sekaligus memperkenalkan desa bersangkutan.
Perbekel Desa Ubung Kaja, I Wayan Mirta saat diwawancarai mengaku di desa setempat dilaksanakan kegiatan secara serentak. Bahkan masing-masing dusun dikatakan menyelenggarakan lomba sesuai inovasi dan kreatifitasnya masing-masing. Bahkan salah satu kegiatan dipusatkan pada areal Subak Pakel.
"Kami juga pusatkan pada Subak Pakel, karena sebagai promosi desa," paparnya Jumat kemarin (17/8).
Dalam kesempatan itu, ia juga mengaku bahwa akan menata kawasan subak tersebut. Lantaran akan dijadikan agro wisata untuk edukasi para siswa mengenal pertanian di daerah perkotaan. Makanya salah satu dusun melakukan lomba unik, dengan menangkap bebek di sungai, menangkap belut, bahkan tahun depan ia berencana upacara bendera di tengah sawah.
Mirta juga menjelaskan, bahwa lomba- lomba secara keseluruhan tahun ini jauh lebih unik dan lebih semarak. Mulai dari menghias maupun memasang bendera di depan rumah para warga. "Masing-masing banjar kita lombakan dalam memasang bendera, sedangkan Subak Pakel kita jadikan pusatnya. Melihat potensi dari puluhan hektar sawah berpeluang jadi tempat wisata. Baik pertanian, edukasi maupun pelestarian," katanya.
Di samping itu, dalam perlombaan pemasangan bendera masing-masing banjar pihaknya juga menyediakan hadiah. Sedangkan penilaiannya dimulai dari kebersihan lingkungan, kreativitas dan inovasi pada hiasan bendera, dan semarak tidaknya dalam areal banjar tersebut.
"Untuk tim juri kami bentuk dari pihak Kesbangpol, TNI-Polri, dan beberapa panitia dari tim desa. Sedangkan hadianya tertinggi kita sediakan senilai Rp 3 juta. Karena ada tiga kategori, juara umum, harapan dan favorit," jelas Mirta.
Sedangkan pada tempat yang berbeda, pada Lapangan Pegok, Sesetan Denpasar terdapat juga berbagai kegiatan diselenggarakan. Salah satunya adalah pawai baleganjur oleh seluruh banjar di desa setempat. Bahkan sehari sebelum 17 Agustus mereka juga menyelenggarakan pawai obor yang menunjukkan semangat jiwa kemerdekaan.
Salah satu warga Sesetan Denpasar yang mengaku bernama Novi Antarini sangat bermanfaat bagi warga setempat. Pasalnya seluruh kegiatan dipusatkan pada Lapangan Pegok, selain untuk menyatukan rasa kebersamaan antar banjar ia juga mengatakan lebih efektif.
"Kalau di sini kan warga dapat menonton pada satu titik saja. Bahkan malah lebih seru dilakukan bersama-sama, sehingga sangat tampak rasa persatuan kita di hari kemerdekaan ini. Namun selanjutnya dan seterusnya agar bisa bersatu," imbuhnya.
Editor : I Putu Suyatra