SEMARAPURA - Ada kekeliruan penulisan aksara Bali di papan Kantor Bupati Klungkung yang pekan lalu diresmikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta. Yakni tidak sesuai dengan pasang aksara Bali. Ida Ayu Oka Suryantari, penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Klungkung mengatakan, kata “bupati”, bha-nya seharusnya menggunakan ba kembang dan suku ilut.
Begitu juga dengan “Semarapura”, yang penulisan aksara Bali-nya menjadi “Samarapura” karena kurang pengangge suara, berupa pepet. Selain itu, kekeliruan juga terjadi di instansi lainnya. Seperti sekretariat Dharma Wanita Persatuan, serta sekretariat PKK. “Penulisan angka seharusnya diapit suku carik, tapi itu tidak,” paparnya, Senin (8/10) kemarin.
Koordinator Penyuluh Bahasa Bali di Klungkung I Wayan Arta Diptha juga mengakui ada beberapa kesalahan penulisan aksara Bali. Selama ini, penyuluh Bahasa Bali tidak dilibatkan secara langsung. Setelah melihat beberapa kekeliruan itu, penyuluh Bahasa Bali berencana menghadap bupati Klungkung.
“Penulisan nomor seharusnya ada suku carik ngapit. Masih banyak kekeliruan,” ujarnya.
Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra mengaku bakal segera menyikapi persoalan itu. Pihaknya akan melakukan evaluasi, instansi terkait perlu duduk bersama. Sehingga ketika nanti dibuat permanen tidak ada kesalahan lagi. “Kalau perlu kami akan bentuk tim. Tahun depan (2019) akan dianggarkan untuk pembuatan papan nama secara permanen,” tandas Winastra.
Editor : I Putu Suyatra