Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiap Hari, Miliaran Rupiah Uang Beredar di Arena Tajen

I Putu Suyatra • Senin, 5 November 2018 | 15:17 WIB
Tiap Hari, Miliaran Rupiah Uang Beredar di Arena Tajen
Tiap Hari, Miliaran Rupiah Uang Beredar di Arena Tajen


BALI EXPRESS, DENPASAR - Sabung ayam atau tajen tampaknya masih susah dipisahkan dari perjudian. Ironisnya, judi ini dilakukan terang - terangan di beberapa tempat. Sayang, hingga saat ini belum ada tindakan dari pihak penegak hukum.


Sumber Bali Express (Jawa Pos Group) mengungkapkan, ada beberapa lokasi di Denpasar yang digunakan untuk sabung ayam dan judi. Antara lain, Jalan Mertajaya Denpasar, Pura Dalem Renon, Jalan Subak Dalem Gatot Subroto, Jalan Subali Padang Sumbu, Kesiman dan Banjar Teges Jalan Gunung Tangkuban Perahu. Sementara itu di wilayah Badung ada empat lokasi. Yakni di Dawas Canggu, Mengwi, Abiansemal dan Buduk.


Mirisnya, di salah satu lokasi tersebut yakni di daerah Mertajaya disebut - sebut adalah arena tajen dan judi terbesar di wilayah Bali ini. Banyak para pendatang dari luar Bali yang turut serta bermain judi di sini. "Ya kalau tempat itu 3000 orang masuk. Tiketnya masuk Rp 30 ribu. Masuk saja. Belum ke arena tajennya Rp 30 ribu. Minimallah bawa Rp 60 ribu ke sana. Dari karcisnya saja bisa capai Rp 180 juta lo," ungkapnya pada Minggu (4/11).


Aliran uang di arena - arena seperti ini bisa mencapai miliaran dan paling sedikit Rp 200 juta. Lantaran para pemain ini tidak hanya kalangan bawah, juga kalangan elite. "Banyak bos - bos dari luar daerah. Kalau uang ya bisa capai Rp 1 miliar karena taruhan saja sampai ratusan juta," ungkap sumber yang wanti-wanti namanya dirahasiakan ini.


Sementara itu di lokasi lain Jalan Gunung Tangkuban Perahu disebutkan bahwa setiap malamnya mencapai 600 orang yang turut mengundi nasib di sini. Rata - rata mereka bermain antara pukul 10.00 sampai 14.00, 15.00 sampai 18.00 atau malam pukul 21.00 sampai 04.00. Sumber sangat menyayangkan, judi yang terang - terangan ini tak tersentuh aparat.


"Lokasinya ini kan dekat Polresta. Malam hari itu ramai banget. Sampai mengganggu pengguna jalan karena diselenggarakan di pinggir jalan. Nah ini kok seolah-olah tutup mata. Jelas mengganggu," ungkapnya


Sedangkan di daerah Badung sumber menyebutkan memang tidak sebesar di Denpasar yang omzetnya bisa ratusan juta. Di sana hanya berkisar di bawah Rp 10 jutaan.


Selain murni judi tajen, judi - judi lain pun kerap digelar. Antara lain, bola adil, kocokan dan spirit. Yang kisaran taruhannya sekitar Rp 50 ribuan per pemain. Bahkan untuk spirit Rp 5000 bisa menghasilkan puluhan juta. Namun biasanya dimana ada judi tajen, diaitu pasti ada judi spirit yang memakai kartu domino.


"Yang jelas ada yang membekingi Aparat jangan tebang pilih. Kalau dibuka ya buka semua. Kalau ditutup, tutup semua," imbuhnya.


Sembilan puluh persen yang datang ke acara tersebut sudah tentu bermain. Sepuluh persennya cari kerja, seperti berdagang, calo pencari lawan alias tukang setir, lanjutnya. Tak jarang para pemain ini pulang dan bertengkar dengan istrinya. "Ya kalau kalah bertengkar sudah pasti itu. Kalau menang ya istri bisa ke salon," ungkapnya.


Dikonfirmasi terpisah Kapolresta Denpasar Bali Kombespol Hadi Purnomo menyampaikan akan segera ditertibkan. "Thanks infonya kami akan tertibkan," jawabnya singkat.


Sebelumnya di lokasi lain Polres Buleleng bertindak cepat dengan mendatangi lokasi  untuk memastikan kebenaran dari komentar yang diposting salah satu akun media sosial pada Kamis (1/11). Yang menyebutkan bahwa di Dusun Celagi Bantes, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula tepatnya di dekat lingkungan SMAN 2 Bondalem sering diadakan judi tajen yang dimulai pada sore hingga malam hari sehingga membuat anak - anak yang hendak belajar jadi merasa takut untuk pergi ke sekolah.


Dir Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan memerintahkan anggotanya sampai ke tingkat Polres se-Bali untuk menindak tegas judi tajen alias sabung ayam yang masih berlangsung di Bali. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat baik melalaui whatsapp, SMS maupun dengan mendatangi piket Ditreskrimum Polda Bali.


Ditreskrimum Polda Bali juga akan bekerjasama dengan Bidpropam Polda Bali untuk menyelusuri apakah ada anggota yang membackingi judi tajen termasuk menerima upeti. “Jika ada, sudah pasti anggota tersebut akan kami tindak juga," tegasnya.


 

Editor : I Putu Suyatra