Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Temukan Sarkofagus, Warga Diimbau Gelar Ritual

I Putu Suyatra • Rabu, 2 Januari 2019 | 21:14 WIB
Temukan Sarkofagus, Warga Diimbau Gelar Ritual
Temukan Sarkofagus, Warga Diimbau Gelar Ritual


BALI EXPRESS, GIANYAR - Penemuan sarkofagus alias peti jenazah zaman purbakala di areal Subak Amping, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar bukan kali pertama. Benda keramat serupa pernah terjadi sebelumnya. Oleh karena itu, warga setempat diminta berhati-hati saat melakukan aktivitas di tegalan atau persawahan. Jika menemukan benda-benda purbakala, agar segera melapor.


Dijelaskan Bendesa Adat Keramas, Nyoman Puja Waisnawa, di sekitar Subak Amping terdapat pura situs purbakala. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan benda – benda purbakala masih banyak yang terkubur di sana. “Penemuan ini merupakan yang kedua kali, sebelumnya sempat penemuan berupa kendi dan banyak berisi perhiasan zaman dulu. Tepatnya sekitar lima tahun lalu. Nah sekarang ini yang sarkofagus didapati dengan kedalaman enam meter dan ukurannya sekitar satu meter,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Selasa kemarin (1/1).


Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, warga yang sempat mendapatkan sebuah sarkofagus di areal persawahan atau lahannya, wajib diupacarai. Terlebih jika masih berisi tulang belulang. Hal itu akan dipercaya berpengaruh terhadap roh yang ada di dalam sarkofagus tersebut. “Tidak upacara yang besar sih, setidaknya ada pembersihan secara sekala-niskalalah di sana. Karena sesuai cerita yang saya dapatkan ketika menemukan tempat jenazah seperti itu, rohnya masih ada di sana. Makanya sebisanya kita untuk melakukan upacara pada tempat ditemukannya tulang belulang tersebut,” harapnya.


Lanjutnya, ditemukan sarfofagus itu sudah sekitar lima hari yang lalu berawal dari petugas penataan sawah Subak Amping yang menggunakan alat berat. Lantaran tidak diketahui sebagai benda purba, dilakukan penggalian dan mengakibatkan benda tersebut pecah bagian atasnya. “Pecahnya hanya bagian atas saja menjadi dua bagian, sedangkan di dalamya masih ada tulang belulang, tapi jika dipegang seperti kapur dan rapuh. Sepertinya itu tempat jenazah tokoh adat zaman dulu, karena jika dilihat penguburannya istimewa seperti itu,” jelasnya.


Setelah ditemukannya benda tersebut langsung dilaporkan ke petugas purbakala dan baru diangkut pada Senin (31/12) dua hari lalu. Benda tersebut akan diteliti lebih lanjut di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang ada di Bedulu, Gianyar. Diperkirakan benda tersebut sebagai tempat jenazah ketua suku zaman dulu, lantaran di dalamnya masih ada tulang belulang, perhiasan perunggu, dan diduga berumur sekitar 2.000 tahunan.


Selanjutnya Nyoman Puja juga mengimbau petugas alat berat lebih berhati-hati lagi jika saat melakukan penataan menemukan benda yang dianggap bersejarah. Begitu juga kepada warganya yang memiliki lahan persawahan, jika mendapatkan barang diduga bersejarah agar melapor terlebih dahulu kepada tokoh desa setempat. Sehingga penanganannya bisa dilakukan oleh petugas purbakala.

Editor : I Putu Suyatra
#gianyar