Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pejeng Kangin Kembangkan Objek Wisata Gana Waterfall

hakim dwi saputra • Selasa, 12 Maret 2019 | 02:05 WIB
Pejeng Kangin Kembangkan Objek Wisata Gana Waterfall
Pejeng Kangin Kembangkan Objek Wisata Gana Waterfall


BALI EXPRESS, GIANYAR – Desa Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar saat ini tengah gencar mengembangkan potensi wisata. Sejak akhir tahun 2018 lalu beberapa lembaga terkait pengembangan wisata  telah dibentuk. Sayangnya, salah satu objek yang sedang digagas, yaitu Gana Waterfall, belum memiliki akses masuk. Hal itu diungkapkan Perbekel Pejang Kangin, I Gede Purniadi saat ditemui Koran Bali Express (Jawa Pos Group) di kantornya, Senin (11/3).


Dia mengatakan, pihaknya telah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis), lantaran desa setempat memiliki beberapa objek yang potensial untuk dikembangkan. “Delapan banjar yang ada di desa kami memiliki areal perkebunan dan persawahan yang bisa dijadikan objek wisata. Bahkan kami memiliki air terjun di dekat Pura Gana yang sering disebut dengan Gana Waterfall. Sayangnya, akses menuju tempat itu belum ada,”  paparnya.


Menurutnya, obyek wisata yang akan digagas itu belum memiliki akses masuk yang layak.  “Akses masuknya sekitar 400 meter dari areal parkir yang merupakan pelaba pura desa. Namun jalan untuk menuju lokasi air terjun belum ada,” terang Gede Purniadi.


Ditanya soal sumber air terjun tersebut,  ia menjelaskan, berasal dari Bukit Empelan Pejeng yang bersumber dari pecahan Tukad Pakerisan. Meski belum ada akses, warga Desa Pejeng telah membersihkan lokasi tersebut dengan menyusuri jalan setapak dan tebing yang ada.  Pihaknya juga telah membersihkan areal air terjun dari ranting kayu yang hanyut dan sampah plastik yang mengendap di bawah air.


Ditanya soal anggaran yang  diperlukan untuk membuat akses jalan, menurutnya, diperkirakan sekitar Rp 250 juta, di antaranya untuk membuat jalan setapak dengan lebar 1,5 meter dan panjang 400 meter.


“Biasanya setiap Jumat kami gotong royong, namum kini kami tambah di hari Rabu. Hal ini merupakan langkah kami untuk menyadarkan masyarakat akan sampah plastic. Kami malu jika nanti setelah dijadikan desa wisata, masih ada sampah plastik,” pungkasnya.


Perbekel Pejeng Kangin menambahkan, selain memiliki potensi wisata air terjun, desa tersebut juga  memiliki potensi lain seperti Candi Tebing Kerobokan, jalur tracking dan cykling di persawahan sepanjang 10 km.  “Potensi pariwisata sudah kami miliki. Hanya perlu mengembangkan  SDM dan anggarannya,” imbuhnya.

Editor : hakim dwi saputra
#gianyar #tampaksiring