Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Low Season, Obyek Wisata di Bangli Tetap Ramai

Nyoman Suarna • Selasa, 4 Juni 2019 | 03:04 WIB
Low Season, Obyek Wisata di Bangli Tetap Ramai
Low Season, Obyek Wisata di Bangli Tetap Ramai


BALI EXPRESS, BANGLI – Memasuki  low season, Mei hingga awal Juni 2019, sejumlah obyek wisata di Kabupaten Bangli tak terpengaruh. Selain itu, kenaikan harga tiket pesawat juga tak mempengaruhi tingkat kunjungan di beberapa obyek wisata. Sebaliknya, dalam kondisi ini justru kunjungan terlihat stabil, bahkan meningkat. 


 


Jumlah kunjungan di obyek wisata andalan Bangli seperti Kintamani, Desa Penglipuran, Mahapraja, Bukit Twin Hill, hingga Air Terjun Tukad Cepung, meningkat. Menurut Kepala Bidang Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli Wayan Merta, kunjungan wisatawan tak pernah surut, bahkan isu erupsi Gunung Agung di Karangasem tak berpengaruh.


 


"Itu (erupsi) belum ada apa-apanya. Bangli masih aman. Itu hanya isu yang dibesar-besarkan supaya pariwisata jatuh. Walaupun Gunung Agung beberapa kali erupsi, kunjungan wisatawan tidak terpengaruh," kata Merta, Senin (3/6).


 


Berdasarkan laporan hingga akhir Mei 2019, rata-rata kunjungan wisatawan mencapai dua ribu orang per hari. Selain obyek wisata desa dan tempat rekreasi, obyek wisata religi juga tak kalah ramai, seperti Pura Taman Pecampuhan Sala di Desa Abuan, Kecamatan Susut serta Tirta Sudamala di Bebalang, Bangli.


 


Menurut Merta, kondisi ini akan bertahan sampai musim libur sekolah tiba, akhir Juli 2019. Apalagi saat ini sudah masuk libur Hari Raya Idul Fitri, tanda-tanda melonjaknya wisatawan sudah tampak pada Senin (3/6).


 


Desa Penglipuran di Kelurahan Kubu, Bangli, adalah satu obyek wisata yang tak pernah sepi. Wisatawan yang datang tercatat mencapai 600-700 orang per hari. Bahkan memasuki musim libur Hari Raya Idul Fitri, kunjungan wisatawan diprediksi 1.500 sampai 2.000 orang per hari. 


 


Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah wisatawan setiap hari memang mencapai ribuan orang. "Karena kunjungan naik, kami sudah menambah personel. Pecalang yang biasanya berjaga tiga orang menjadi lima orang. Parkir juga akan kami tambah di Tugu Pahlawan," kata Ketua Pengelola Obyek Wisata Penglipuran I Nengah Moneng.


 


Kata Moneng, ada beberapa kekurangan pelayanan yang diutarakan pengunjung. Salah satunya ketersediaan pusat kuliner. Untuk memberi pelayanan optimal, pengelola membuka stan khusus kuliner di sebelah barat Balai Masyarakat. "Karena tidak semua penduduk lokal membuka warung di rumah-rumahnya, sehingga perlu dibuka tempat khusus," kata Moneng.


 


Pengelola akan menyajikan makanan khas Penglipuran, makanan khas Bali, dan masakan Nusantara lainnya. "Karena pengunjung beragam dari mana-mana," sambungnya.


 


Diakui, eksistensi Penglipuran tak terlepas dari keunikan yang ditawarkan desa tua di Bangli tersebut. Wisatawan mengaku senang melihat tata letak desa yang asri dan tak pernah berubah, terutama angkul-angkul (gapura rumah) yang dibuat sama. "Itu tetap kami pertahankan. Bahkan kalau ingin diperbaiki, harus sesuai pakemnya. Dapat dana Rp 5 juta untuk perbaikan," terang Moneng.

Editor : Nyoman Suarna
#ramai #bangli