Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mati 2 Tahun, Traffic Light di Banjar Kawan Bangli Butuh Rp 400 Juta

I Putu Suyatra • Minggu, 23 Juni 2019 | 22:32 WIB
Mati 2 Tahun, Traffic Light di Banjar Kawan Bangli Butuh Rp 400 Juta
Mati 2 Tahun, Traffic Light di Banjar Kawan Bangli Butuh Rp 400 Juta


BALI EXPRESS, BANGLI - Lampu lalu lintas atau traffic light di simpang Banjar Kawan, Jalan Kusuma Yudha dan Jalan Brigjen Ngurah Rai, Kota Bangli, rusak sejak dua tahun terakhir. Pengendara harus hati-hati. Sebab banyak kendaraan besar yang terkadang menyelonong.


 


Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli sebenarnya sudah ingin memperbaiki lampu tersebut. Namun dana yang dibutuhkan rupanya cukup besar. Butuh Rp 400 juta untuk mengembalikan traffic light supaya berfungsi normal.


 


"Kami di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hanya mengusulkan. Kami bahkan sudah usulkan ke pemerintah daerah. Namun belum bisa dilaksanakan," kata Kepala Dishub Bangli I Gede Artha, Minggu (23/6).


 


Menurutnya, dana perbaikan lampu lalu lintas itu memang besar. Karena komponen yang bakal digunakan untuk penggantinya harus yang berkualitas. "Nanti kalau tidak begitu akan cepat rusak," sambungnya.


 


Dia berharap pemerintah daerah bisa merealisasikan usulan perbaikan traffic light tersebut di Anggaran Perubahan 2019. Rencananya akan dilakukan perbaikan. Jika nanti belum juga bisa, maka akan kembali diusulkan pada Tahun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Induk 2020 untuk penggantian secara total.


 


Perlu diketahui, kerusakan traffic light yang berlokasi di simpang tiga dekat eks Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli itu diakibatkan perbaikan trotoar beberapa tahun silam. Pembongkaran tersebut menyebabkan banyak komponen yang terlepas. Sehingga merusak sistem kelistrikan lampu tersebut.


 


Gede Artha mengatakan, lampu lalu lintas itu tergolong tua. Sudah ada sejak 1990-an dan jarang mendapat perbaikan. Kini kerusakannya bisa dikategorikan rusak berat. "Masyarakat mohon bersabar. Sebenarnya itu (lampu lalu lintas) sudah kami usulkan untuk diperbaiki. Kebijakan ada di pimpinan," ucapnya.


 


Di pusat kota ada dua titik traffic light yang tidak beroperasi. Satu di simpang tiga Banjar Kawan dan satu lagi di Catus Pata Kota Bangli. Namun lampu lalu lintas di Catus Pata bukanlah rusak, tetapi belum dioperasikan. "Kami tidak bisa menghidupkan yang itu. Karena kewenangan ada di pemerintah provinsi (Pemprov)," jelasnya.


 


"Setelah ada penyerahan dari provinsi ke Dishub Bangli, itu bisa dihidupkan. Komponen masih sangat baik. Tidak rusak. Pemasangannya baru di anggaran 2018," pungkas Artha.


 

Editor : I Putu Suyatra
#bangli