BALI EXPRESS, BANGLI - Para pendaki Gunung Batur mesti menyiapkan perlengkapan ekstra agar tubuh tetap hangat. Sebab saat ini suhu di puncak Gunung Batur, Kintamani, Bangli, lebih dingin dari biasanya.
Ini ada pengaruh dari cuaca yang belakangan lebih dingin akibat angin monsun Australia. Suhu di wilayah Kintamani berkisar antara 21 hingga 23 derajat celcius. Suhu maksimum nyaris berkisar 19 derajat celcius.
Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga beberapa pekan ke depan. "Memang suhu lebih dingin dari biasanya. Bahkan petugas kami di lapangan melaporkan itu. Pendakian normal-normal saja," jelas Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, I Ketut Catur Marbawa, Minggu (30/6).
Kendati begitu, pihaknya belum mendapat laporan adanya gangguan selama pendakian. Namun BKSDA Bali tetap melakukan pemantauan. Setiap pekan akan dilakukan evaluasi. Apabila suhu dianggap ekstrem, dan berbahaya bagi aktivitas pendaki, maka akan dilakukan penutupan sementara. "Tapi pendakian nyatanya berjalan normal," kata Catur.
Menurutnya, pemandu pendakian di sekitar Gunung Batur sudah bekerja profesional. BKSDA juga tetap mendampingi. Sebelum diberikan izin mendaki, para pengunjung diimbau melaporkan diri terkait riwayat kesehatan sebelum melanjutkan pendakian. "Kami tidak ingin ada sesuatu yang membuat celaka. Sampai di atas nanti repot. Lebih baik lapor di bawah sebelum ke puncak" imbaunya.
Meski suhu lebih dingin, kunjungan ke Gunung Batur terbilang stabil. Rata-rata per hari mencapai di atas 100 orang. Pada musim liburan ini, pendaki lokal atau tamu domestik mendominasi. Kalau pendaki mancanegara tetap datang. Tidak mengenal Sabtu, Minggu, atau liburan.
Sementara, Kepala Bidang Promosi Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli Wayan Merta mengakui kunjungan ke Kintamani meningkat. Suhu yang lebih dingin, diakuinya menjadi daya tarik lebih. "Ada sensasi lain ketika berkunjung ke Kintamani," kata Merta.
Dia berharap ada sesuatu yang bisa diperoleh ketika kunjungan wisatawan meningkat. "Kami berharap pengunjung bisa menginap. Sekarang akomodasi sudah tersedia. Di samping itu kunjungan untuk camping menyamai daerah lain. Kami berharap ada peningkatan terus-menerus," pungkasnya.
Editor : I Putu Suyatra