Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiga Maestro Pentas Bersama di Bentara Budaya Bali

I Putu Suyatra • Minggu, 14 Juli 2019 | 21:27 WIB
Tiga Maestro Pentas Bersama di Bentara Budaya Bali
Tiga Maestro Pentas Bersama di Bentara Budaya Bali


BALI EXPRESS, GIANYAR - Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar program Belajar Bersama Maestro (BBM). Program tersebut diikuti sebanyak 300 siswa SMA/SMK dari 34 provinsi se- Indonesia. Ratusan siswa itu juga bebas memilih satu diantara 20 maestro seni se-Indonesia.


 


Dalam kesempatan itu masing-masing maestro kebagian 15 siswa baik laki-laki maupun perempuan. Dari 20 maestro tersebut, 3 di antaranya adalah maestro seni musik Ayu Laksmi, maestro tari Ni Luh Menek dan maestro pertunjukan I Made Sidia. Sehingga terdapat 45 siswa nusantara mendalami seni budaya secara langsung bersama maestro. Sedangkan hasilnya dipentaskan di Bentara Budaya Bali, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Sabtu (13/7).


 


Salah satu siswi SMAN 1 kendal, Silvia Yuandra Maharani, 17, asal Kendal Jawa Tengah mengaku tari Bali lebih energik. “Basik memang suka menari, tapi baru kali ini benar-benar belajar langsung tari Bali,” jelasnya.


 


Setelah pementasan tari, dilanjutkan dengan pertunjukan Teater Pelangi Nusantara hasil binaan maestro Dalang I Made Sidia. Teater berdurasi 30 menit itu mengungkapkan keragaman Indonesia yang menjadi satu kesatuan dengan slogan Bhineka Tunggal Ika. Sebagai pamungkas, adalah persembahan musik Suara Warna dari 15 siswa nusantara binaan maestro Ayu Laksmi.


 


Sedangkan tim Ahli Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Wicaksono Adi menjelaskan program BBM ini sudah dimulai sejak Tahun 2015 lalu. Yakni dengan mengajak siswa SMA sederajat tinggal bersama maestro. Dari banyaknya maestro di Indonesia hanya dipilih yang komitmen dan konsisten berkesenian dan berhasil membangun komunitas.


 


“Tinggal bersama maestro ini kami istilahkan seperti tradisi. Dengan tinggal bersama, peserta belajar banyak, setelah pulang mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi yang lain,” tuturnya. 


 


Sedangkan ketiga maestro, Ayu Laksami, Ni Luh Menek dan Made Sidia mengaku puas melihat hasil belajar peserta BBM 2019. Mereka hanya berpesan, supaya peserta BBM selalu menekuni seni dan budaya sehingga bisa menjadi maestro di masa depan. “Mereka luar biasa, tidak menyangka ketika pentas sangat totalitas,” imbuh Made Sidia.

Editor : I Putu Suyatra
#gianyar #tari bali