Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kulkul Bulus di Desa Keliki, Dua Kelompok Buruh Asal Sumba Bentrok

Nyoman Suarna • Jumat, 26 Juli 2019 | 02:04 WIB
Kulkul Bulus di Desa Keliki, Dua Kelompok Buruh Asal Sumba Bentrok
Kulkul Bulus di Desa Keliki, Dua Kelompok Buruh Asal Sumba Bentrok


BALI EXPRESS, GIANYAR –  Warga Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang membunyikan kulkul bulus. Pasalnya, dua kelompok buruh asal Sumba bentrok pada Penampahan Galungan, Selasa (23/7).


Dua kelompok yang berseteru tersebut adalah buruh bangunan yang bekerja di Pasar Sayan, Kecamatan Ubud dengan buruh bangunan yang bekerja di proyek milik I Made Mawa di Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang. Perkelahian tersebut diduga akibat salah paham,


Seorang warga di sekitar TKP, Ibu Alit menjelaskan, perkelahian terjadi pada Penampahan Galungan sekitar pukul 16.30. “Waktu itu saya dengar ada kulkul bulus (tanda bahaya), ternyata ada orang berkelahi. Masyarakat banyak keluar rumah menuju lokasi untuk menengahi perkelahian di dekat Pura Ulun Suwi,” paparnya.


Ia menambahkan, kedua belah pihak yang berkelahi akan dikenakan sanksi adat berupa pecaruan (pembersihan) di desa setempat, terlebih jika sampai mengeluarkan darah. “Kejadiannya kan di dekat pura Ulun Suwi, sehingga membuat leteh. Sesuai aturan adat di sini, mereka harus melakukan pecaruan ” imbuh dia.


Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian berawal pada Minggu (21/7) sekitar pukul 23.15.  Buruh bernama Yacob, 39 yang beralamat di bedeng proyek milik I Made Mawa di Banjar Bangkiang Sidem, dihubungi Santo, buruh proyek bangunan Pasar Sayan via HP.  Santo mengancam akan menyerang ke Bangkiang Sidem.


 


Keesokan harinya, Senin (22/7) sekitar pukul 16.00, Yacob datang ke proyek di Pasar Sayan, Ubud, untuk mencari temannya bernama Martin. Setelah dari Pasar Sayan, Yacob pulang ke proyek di Bangkiang Sidem.


Kemudian pada pukul 23.15, Santo dengan 12 orang temannya malah datang ke Bangkiang Sidem. Sempat diperingati oleh Pecalang Banjar Bangkiang Sidem, bernama I Wayan Karsa , agar mereka pulang ke Sayan.  Namun, kelompok Santo malah datang lagi pada Selasa (23/7) pukul 16.30.


Santo bersama 13 orang temannya dengan mengendarai 7 sepeda motor mendatangi proyek milik I Made Mawa. Setiba di depan proyek, mereka menyerang kelompok Yacob dengan menggunakan batu dan senjata tajam. Saat itu kelompok Yacob sedang bekerja. Mengetahui ada serangan dari kelompok Santo, kelompok Yacob membalas melempar dengan batu yang ada di sekitarnya dan merusak kendaraan yang dibawa kelompok Santo. Akibatnya, salah satu dari kelompok Yacob mengalami luka di kepala dan tangan kiri.


Saat kejadian, pemilik proyek I Made Mawa kebetulan sedang lewat.  Melihat ada keributan di proyeknya, ia menuju ke Balai Banjar untuk bunyikan kentongan. Tak pelak, masyarakat Banjar Bangkiang Sidem berdatangan untuk melerai  perkelahian tersebut, kemudian menghubungi Polsek Tegallalang.


Kanit Reskrim Polsek Tegallalang Ipda I Wayan Juwahyudi membenarkan perkelahian tersebut. Dikatakannya, hingga Kamis (25/7), polisi sudah mengamankan enam orang terduga pelaku. “Sementara kami amankan enam orang di Mapolsek Tegallalang,” tegasnya.


 


Namun ia tidak menjelaskan secara rinci identitas para pelaku. Sejumlah pelaku juga diserahkan  ke Mapolres Gianyar.  “Sejumlah pelaku dan barang bukti senjata tajam kami diserahkan ke Polres Gianyar.  Lengkapnya mungkin nanti dirilis oleh pimpinan di Mapolres,” imbuh Juwahyudi.

Editor : Nyoman Suarna
#gianyar #polres gianyar #kriminal