Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kerauhan, Warga Seraya Tembus Tertusuk Keris saat Ngunying

Nyoman Suarna • Jumat, 1 November 2019 | 01:34 WIB
Kerauhan, Warga Seraya Tembus Tertusuk Keris saat Ngunying
Kerauhan, Warga Seraya Tembus Tertusuk Keris saat Ngunying


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Darah segar mengalir dari dada Wayan Suardana, 40, warga asal Dusun Ngob Peninggaran, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem. Dada kanannya tembus tertusuk keris sedalam lebih dari 5 centimeter. Peristiwa itu terjadi saat Suardana kerauhan di tengah ritual berlangsung.


Kejadian itu terjadi di tengah warga yang sedang mengikuti ritual Mepik di Pura Segara Batu Telu, desa setempat, Rabu malam (30/10). Suasana magis berubah makin menegangkan. Warga yang menyaksikan ritual Narat (menghujam keris ke dada), langsung panik melihat darah keluar deras dari dada Suardana.


Pria bertubuh tambun itu lantas digotong warga. Mereka membawanya ke UGD RSUD Karangasem untuk penanganan cepat. Meski begitu, kondisi korban dinyatakan parah. Atas dasar itu, pihak RS Karangasem merujuk korban ke RSUP Sanglah, Denpasar.


Informasi yang dihimpun, Kamis (31/10), ritual Narat memang berlangsung saat upacara Mepik yang diadakan tiap piodalan enam bulan sekali. Kebetulan warga Dusun Ngob Peninggaran mendapat giliran ngayah. 


Tradisi ngurek atau ngunying sudah jadi hal biasa saat ritual keagamaan berlangsung. Hanya saja, menurut sumber di lokasi, peristiwa berdarah baru pertama kali terjadi. "Baru pertama. Saya juga tidak tahu kenapa sampai begitu (memakan korban)," ungkap sumber yang enggan menyebut nama ini.


Kanitreskrim Polsek Karangasem I Wayan Gede Wirya membenarkan peristiwa heroik tersebut terjadi. "Memang benar. Sempat dibawa ke rumah sakit Karangasem. Sekarang masih dirawat di RSUP Sanglah," ujar Wirya seraya menambahkan belum mengetahui secara pasti kondisi terkini korban.

Editor : Nyoman Suarna
#rsup sanglah #kerauhan