Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Maksimalkan PAD, TAPD Tabanan Bentuk Pokja

Nyoman Suarna • Sabtu, 30 November 2019 | 05:53 WIB
Maksimalkan PAD, TAPD Tabanan Bentuk Pokja
Maksimalkan PAD, TAPD Tabanan Bentuk Pokja


TABANAN, BALI EXPRESS – Untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tabanan Tahun 2020 yang ditarget Rp 450 miliar, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tabanan telah membentuk kelompok kerja (pokja) dengan tugasnya masing-masing terkait peningkatan PAD.


Hal itu disampaikan Kepala Bapelitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, dalam rapat kerja gabungan Pansus DPRD Tabanan dengan TAPD Kabupaten Tabanan, Jumat (29/11) di Ruang Rapat DPRD Tabanan.


Ada empat pokja yang dibentuk untuk tujuan itu, di antaranya Pokja I yang fokus pada bidang PDL (Pendapatan Daerah Lainnya), Pokja II, PBBP2 dan BPHTB (Pajak Bumi dan Bangunan), Pokja III Retribusi dan DTW (Retribusi dan Daerah Tujuan Wisata), serta Pokja IV Inovasi (Inovasi Daerah Untuk Meningkatkan PAD).


"Masing-masing Pokja yang ada ini kemudian memiliki rencana kerja dimana nanti akan diawasi oleh pansus aset dan pendapatan di DPRD Tabanan," ujarnya.


Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, dihadiri Wakil Ketua DPRD Tabanan Made Meliani, serta Pansus Aset dan pendapatan tersebut, Wiratmaja menambahkan jika pokja yang dibuat juga bertugas membuat program kerja untuk mengoptimalkan pajak di masing-masing tupoksi yang sudah direncanakan.


Dalam satu pokja beranggotakan tiga orang yang terdiri dari kabid dan sekretaris dari instansi penghasil. “Nah mereka ini yang mengkoordinir program kerja yang dibuat sesuai tupoksi yang telah direncanakan," imbuhnya.


Menurutnya, dengan adanya tim Pokja ini tugas dalam meningkatkan pajak penghasil menjadi lebih jelas. Sehingga dalam pembentukan tim ini pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 44 Miliar, terlebih Pokja IV Inovasi ini memerlukan anggaran besar. Hanya saja Pokja Inovasi boleh tidak dilakukan karena yang wajib adalah Pokja 1, 2 dan 3. Dan tim pokja per 1 Desember sudah mulai bekerja.


Khusus untuk Pokja IV Inovasi memang memiliki program jangka pendek dan jangka panjang. Yakni program jangka pendeknya adalah penerapan e-ticketing, SMS Blasting serta layanan Drive Thru PBB.


"Sedangkan program jangka panjangnya adalah paket wisata terintegrasi, pengembangan satelit wisata baru, pembangunan pasar tradisional, GS Online, dan parkir one gate system," paparnya.


Keempat pokja tersebut akan bekerja secara pararel. Di hari-hari tertentu akan ada evaluasi sehingga ada semacam kompetisi di setiap pokja. Dan dia berharap seluruh pokja bekerja maksimal dan seluruh langkah dijalankan bahkan inovasi yang diciptakan dapat terlaksana dengan baik sehingga target pendapatan Rp 1 triliun pun dirasa bukan hal yang mustahil.


“Kami sangat optimis jika Pokja bekerja maksimal dan inovasi berjalan tahun 2021 angka 1 triliun bisa tercapai. Namun untuk di tahun 2020 angka lima ratusan bisa dicapai,” pungkasnya.


Sementara itu, Sekretaris Pansus Aset dan Pendapatan DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan jika rapat digelar untuk mendengarkan pemaparan TAPD tentang strategi optimalisasi PAD dalam APBD TA 2020 nanti. "Apa yang telah dipaparkan oleh TAPD akan kita tindak lanjuti melalui rapat pansus," ujarnya.


Menurutnya apa yang dipaparkan oleh TAPD harus dibarengi dengan kekompakan serta semangat dari pihak eksekutif. "Kita harus bekerja keras untuk Tabanan, jangan sampai TAPD tidak kompak," tukasnya.


Politisi PDIP asal Marga itupun akan melakukan pengawasan yang maksimal apalagi kini DPRD Tabanan telah memiliki Pansus Aset dan Pendapatan.


Sedangkan mengenai inovasi yang direncanakan, ia meminta agar seluruh pihak bergerak sehingga inovasi itu tidak hanya sekedar menjadi dokumen akademis. “Kalau dibentuk menjadi empat Pokja ini maka akan nyambung dengan pansus kedepan, sehingga pansus akan ikut mengawasi,” pungkasnya.


Ditambahkan oleh Ketua DPRD Tabanan Made Dirga, jika dirinya meminta agar eksekutif dan legislatif bersinergi guna mengoptimalkan PAD. Bahkan rencana yang akan dikerjakan diminta mensosialisasikan ke masyarakat. “Saya mohon dengan hormat sosialisasi sangat wajib agar masyarakat mengetahui,” tegasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#tabanan