DENPASAR, BALI EXPRESS - Setelah tuntas pembangunan Gedung Balai Budaya Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Kamis (26/12) dilakukan prosesi pemelaspasan. Rangkaian upakara Pemelaspasan ini dipuput Ida Pedanda Gede Putra Panasan, Griya Panasan Kesiman bertepatan dengan Waraspati Kliwon Ukir Tilem Kaenem.
Rangkaian upakara Melaspas ini diawali dengan ngeruak, mendem dasar, melaspas dan mecaru. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra mendem dasar di Parahyangan Pura Dharma Negara Alaya dan Wakil Walikota Jaya Negara mendem dasar di Gedung Dharma Negara Alaya. Dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Walikota Denpasar.
Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti mengatakan usai pemelaspasan, akan digelar soft opening Gedung Balai Budaya Dharma Negara Alaya pada Jumat (27/12). Pihaknya akan menampilkan pertunjukan kesenian sendratari kolosal dengan mengangkat kisah Sutasoma.
"Besok akan ada penampilan berupa sendratari kolosal Sutasoma. Kami di Kota Denpasar kan memiliki sekaa yang namanya Sekaa Wahana Gurnita dengan ketua Pak Nyoman Suarsa," katanya ketika dikonfirmasi.
Menurutnya kisah ini diangkat memang karena bercerita tentang kepemimpinan. Penampil yang akan mementaskan sendratari ini berjumlah 125 orang. Selain itu adapula penampilan dari sekaan gambelan Pesel.
"Nanti Pak Wakil (IGN Jaya Negara) juga akan ikut perform. Beliau akan mekendang dengan sekaa Gambelan Pesel ini," ujarnya.
Selain itu ada pula penampilan pekusi dari Yugananda, penampilan dari Bali Malaysia serta penampilan dari Teater Kini Berseri (Tekiber).
Sementara ketua Pelaksana Harian Bekraf Denpasar, Putu Yuliartha mengatakan secara konsep tempat acara ini menyesuaikan dengan pembangunan start up dengan basis pemberdayaan.
“Nanti di sini akan dilaksanakan pengembangan startup. Dengan pelibatan unsur akademisi, pemerintah, dan juga unsur bisnis dan media,” katanya.
Untuk kegiatan di gedung ini akan dimulai pada awal Januari 2020 mendatang. Bahkan direncanakan dalam waktu setahun telah disusun sebanyak 234 agenda.
“Beberapa agenda, sebanyak 234 sudah disiapkan dan bisa tercapai dalam setahun. Agenda terdekat yang akan digelar ada workshop, grand prix,” jelasnya.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata (Dispar) Denpasar, I Wayan Hendaryana mengatakan di gedung ini ada sebanyak 32 ruangan.
Mulai dari ruang pameran, ruang coworking space, maker space, radio, perpustakaan, mini teater, ruang pertunjukan hingga cafe indor maupun outdor.
“Ada selasar untuk dimanfaatkan sebagai ruang kreasi serta pameran dan yang paling banyak maker space dan coworking space. Ruang pertunjukan berkapasitas 540 sedangkan mini teater sebanyak 75,” katanya.
Semua orang, baik individu, komunitas, universitas, lembaga pendidikan, SMA, SMK yang penting masuk dalam member.
“Kami akan siapkan member bagi siapapun yang berkegiatan di sini. Untuk sistem memberinya akan mendaftar lewat aplikasi online yang sedang kami siapkan,” katanya.
Tak hanya itu, setiap pengunjung yang datang juga akan menjadi member dan akan diberikan kartu member. Dengan kartu member ini, pemegang kartu member akan bisa mendapatkan update kegiatan yang digelar di Balai Budaya ini.
Editor : I Putu Suyatra