GIANYAR, BALI EXPRESS - Sebuah mobil berjenis Low Cost Green Car (LCGC) yang dikemudikan warga negara asing masuk parit di areal Subak Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Jumat (10/1). Diduga sang sopir korban dari aplikasi Google Maps yang bermaksud menuju kawasan wisata Ubud dengan melintasi Jalan Penestanan.
Salah seorang warga setempat, I Wayan Eri menyampaikan, mobil tersebut terjebak saat mengikuti jalan yang menyempit. Tak pelak, ban mobil itu pun terpelosok ke parit, lantaran jalan tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor bagi petani yang hendak ke sawah.
"Kejadian seperti ini sudah berulangkali terjadi di sini. Rata - rata mereka terjebak karena mengikuti arahan dari aplikasi Google Maps. Dalam aplikasi memang ada jalur pintas menuju pusat pariwisata Ubud . Namun hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Itu pun, harus berhenti ketika berpapasan," jelasnya.
Eri juga menyampaikan, jika berpatokan pada jarak, Google Maps memang tepat. Namun kelemahannya, aplikasi itu tidak menampakkan kondisi jalan secara riil. Sehingga banyak warga negara asing yang terjebak saat mengikuti arahan aplikasi tersebut.
"Kalau namanya, saya tidak sempat tanya, karena dia keburu kesal akibat mobilnya terpelosok ke parit. Padahal sebelumnya kami sudah isi tanda dan rambu bahwa mobil tidak bisa melintasi jalur tersebut," imbuhnya.
Editor : Nyoman Suarna