SINGARAJA, BALI EXPRESS - Seluruh PNS di lingkup Pemkab Buleleng kini diwajibkan menggunakan HP android. Pasalnya, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di lingkup Pemkab Buleleng akan menerapkan absensi wajah atau rekam wajah E-Kinerja khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini. penerapan absensi wajah baru sebatas uji coba dan sosialisasi oleh tim aplikasi.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng, Gede Wisnawa mengatakan, absensi wajah yang mulai diterapkan ini khusus diperuntukkan bagi PNS. Sedangkan tenaga kontrak masih menggunakan absensi manual. Sebab, menurut Wisnawa, absensi wajah ini berkaitan dengan peningkatan Tunjangan Kinerja (Tukin) bagi PNS.
"Sudah mulai diterapkan, sekarang masih dalam proses atau uji coba. Kami sudah jajaki masing-masing SKPD yang ada untuk sosialisasi mengenai absensi wajah E-kinerja. Astungkara, nanti ini bisa tuntas, sehingga semua SKPD (PNS, red) sudah terekam wajahnya," kata Wisnawa, Senin (20/1) siang.
Dijelaskan Wisnawa, dalam penerapan absensi rekam wajah E-Kinerja ini, seluruh PNS diwajibkan memiliki HP android. Dalam HP android itu nantinya akan diberikan aplikasi khusus untuk absensi rekam wajah. "Wajib semua punya HP android, yang punya HP jadul tidak bisa. Jadi harus punya. Ini akan mempengaruhi Tukin," jelas Wisnawa.
Terkait cara kerja program dari aplikasi absensi rekam wajah ini, Wisnawa mengaku, masih belum mengetahui secara detail, karena saat ini masih dalam tahap sosialisasi oleh tim aplikasi. "Ini amanat, jadi harus diterapkan. Setiap hari para pegawai absen wajah di unit kerjanya. Ketika pulang juga absen wajah. Di HP android itu nanti akan ada aplikasi tersendiri," ungkap Wisnawa.
Wisnawa optimis, dengan adanya sistem ini, maka setiap PNS tidak leluasa lagi berkeliaran saat jam kerja. Kinerja PNS alias ASN kini menjadi kian ketat karena didukung kemajuan teknologi, yakni absensi elektronik di perkantoran yang kini disebut G-Absensi. Absensi menggunakan teknologi pernah dipakai yakni absensi melalui teknologi sidik jari.
Namun, pola itu dinilai kurang efektif sehingga dikembangkan pola absensi yang lebih canggih, yakni G-Absensi dengan profil wajah dan akan langsung mengintai pegawai melalui deteksi global positioning system (GPS) menggunakan satelit. Khusus di Buleleng, ini masih dalam tahap uji coba.
Rencananya, pada bulan April nanti pola absen wajah ini sudah mulai diterapkan di seluruh SKPD lingkup Pemkab Buleleng. "Sekarang di Buleleng masih uji coba, bulan April sudah diterapkan ke semua. Tidak ada alasan karena ini amanat. Mungkin nanti, kalau sedang ada kegiatan ASN di luar, aplikasi itu akan ada penyesuaian," pungkas Wisnawa.
Editor : Nyoman Suarna