SINGARAJA, BALI EXPRESS - Prestasi tingkat nasional kembali diukir siswa SMAN 1 Singaraja (Smansa). Tiga orang siswa berhasil meraih juara III ajang Lomba Cerdas Cermat Aku Masuk Instutut Teknologi Bandung (ITB), serangkaian ITB-Day pada Sabtu (1/2) di Jawa Barat.
Ketiga siswa berprestasi itu, masing-masing Made Yuda Swara Fedyapan kelas X MIPA1, Made Agata Purananda kelas X MIPA 2, dan Putu Gita Marsya Wijaya kelas X MIPA2. “Saingannya dari seluruh Indonesia. Tes tulis penyisihannya pilihan ganda, jumlah soalnya 50 dan diikuti 31 tim se-Indonesia,” ujar Yuda saat dikonfirmasi, Rabu (5/2) siang.
Yuda dan dua orang temannya mengaku sedikit mengalami kesulitan saat berlomba. Sebab, semua lawannya duduk di kelas XI dan XII. Sedangkan dia dan rekan setimnya baru duduk di kelas X. Sehingga, tidak mengetahui pasti sistem lombanya dan materinya secara pasti.
“Materi yang dilombakan ada dua jenis. Yakni pengetahun umum dan wawasan ITB. Kalau pengetahuan umum, biasanya seputar Indonesia dan dunia. Sedangkan wawasan ITB, lebih mengulas semua hal yang berkaitan kampus,” jelasnya.
Kendati masih duduk di kelas X, namun Yuda mengaku bersyukur, karena timnya bisa menjadi wakil Bali dan masuk peringkat tiga besar. “Juara I dan juara II semua dari Jawa Barat. Kami satu-satunya wakil Bali yang masuk tiga besar,” pungkasnya.
Selain jago di tingkat nasional, wakil Smansa bernama Kadek Edi Sukarma juga sukses meraih juara satu Lomba Cerdas Cermat Bidang Agama Hindu tingkat provinsi. Acara yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Yowana Brahma Widya Undiksha ini memperebutkan Piala Bergilir Dirjen Bimas Hindu, Kemenag.
Lomba cerdas cermat tunggal ini diikuti 500-an peserta dari SMA/SMK se-Bali. Babak penyisihan dilakukan melalui tes tulis berupa soal pilihan ganda sebanyak 50 soal. Dalam babak final, Edi harus melalui tiga tahap penilaian. “Astungkara juara satu dan dapat tiket kuliah di Undiksha,” pungkasnya.
Tak hanya sukses meraih juara, siswa Smansa bernama Dwi Hans Wijaya juga berhasil menembus pertukaran pelajar di ajang Intercultural Youth Program di Tokyo, Jepang. Siswa yang duduk di kelas XII ini mengikuti program pertukaran pelajar selama beberapa hari, terhitung 20-28 Januari 2020.
Selama mengikuti pertukaran pelajar, Dwi juga mendapatkan materi tentang budaya Jepang yang diberikan langsung dosen dari universitas ternama di Tokyo. Kendati tidak menampilkan kesenian Indonesia di Jepang, namun Dwi sukses mempresentasikan Augmented Reality sebagai solusi meningkatkan ketertarikan masyarakat akan budaya Indonesia.
Sementara itu, Wakasek Kurikulum Smansa Singaraja, Ni Nyoman Suarti mengapresiasi torehan prestasi yang diraih anak didiknya. Menurutnya, seluruh hasil membanggakan itu tak lepas dari pembinaan rutin yang dilakukan secara intensif setiap minggunya. “Kami selalu support anak-anak agar tetap berprestasi. Kami berikan pembinaan, dispensiasi, sehingga tetap berpacu mengukir prestasi,” singkatnya.
Editor : Nyoman Suarna