Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Belum "Katur", Belasan Banten Penjor Galungan di Ubud Raib

Nyoman Suarna • Jumat, 21 Februari 2020 | 02:30 WIB
Belum
Belum


GIANYAR, BALI EXPRESS - Sebanyak 15 banten penjor Galungan milik warga di sepanjang Gang Emas, Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud raib, Rabu (19/2). Banten penjor yang ada di depan rumah warga itu raib sebelum katur (belum selesai diupacarai). Atas kejadian itu, warga telah berkoordinasi dengan pihak kelihan banjar dan pecalang. 


Salah satu warga, I Wayan Darmanta menjelaskan, hilangnya banten di sanggah penjor tersebut diduga diambil oleh kelompok buruh proyek yang kerap lalu lalang di jalan tersebut. Diduga mereka beraksi saat malam atau pagi hari menjelang Galungan. "Semua banten penjor di sepanjang jalan ini raib, ada yang berisi buah-buahan, jajan, dan sesari palingan Rp 2 ribuan," jelasnya, Kamis (20/2). 


Darmanta juga mengaku, banten sanggah penjor yang menjadi sasaran adalah yang gampang diambil. Sedangkan yang sanggah penjornya tinggi sehingga tidak bisa digapai, luput dari tangan si bromocorah. "Kalau lungsuran atau sudah katur dan mereka bilang minta dengan cara baik-baik, tidak masalah, pasti dikasih. Yang jadi masalah, banten itu belum katur dan diambil tanpa izin," tandasnya. 


Para buruh proyek itu merupakan pekerja yang tengah bekerja di areal persawahan, untuk membangun vila dan jalan setapak. Pada malam hari, mereka dikatakan sering lalu lalang menuju pasar dengan berjalan kaki. Diduga, saat lalu lalang di jalan tersebut, mereka mengambil banten penjor yang belum katur.  


Kelihan Dinas Banjar Mas, Sayan, Kadek Dwi Putra Yoga mengaku, pihaknya masih mendata secara pasti berapa warga yang kehilangan banten penjor saat Galungan. Selain itu, kejadian yang meresahkan masyarakatnya tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak pecalang agar dibicarakan pada mandor proyek. "Nanti kami akan data dulu, dan pastinya akan dikoordinasikan dengan pecalang desa agar dibicarakan baik-baik. Selain itu, warga yang memergoki kejadian tersebut, supaya tidak melakukan hal yang tidak diinginkan," tandasnya. 


Dikonfirmasi, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Gianyar, I Nyoman Patra berharap kasus itu tidak meluas. Terlebih saat ini, masih dalam suasana perayaan Hari Suci Galungan, supaya tidak ternodai. "Dipastikan dulu, mereka mengambil karena memang kebutuhan fisiknya, apa ada maksud tertentu untuk melecehkan. Kalau untuk fisiknya, ya tidak  masalah. Hitung-hitung selaku umat kita berbagi. Namun caranya itu perlu dibicarakan agar disampaikan baik-baik," paparnya. 


Jika pengambilan banten tersebut memang sengaja untuk pelecehan, dengan tegas pihaknya akan menindaklanjuti. "Kalau belum pasti, jangan melakukam hal-hal yang merugikan diri sendiri pada hari suci ini. Karena perayaan Galungan ini, kita juga bisa berbagi. Tapi kalau terbukti untuk pelecehan, pasti kami proses," tandas Patra.

Editor : Nyoman Suarna
#raib #gianyar #phdi gianyar