Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Hanya Ogoh-ogoh, Motor Antik Kedux Garage Unjuk Gigi di USA

Nyoman Suarna • Jumat, 21 Februari 2020 | 03:15 WIB
Tak Hanya Ogoh-ogoh, Motor Antik Kedux Garage Unjuk Gigi di USA
Tak Hanya Ogoh-ogoh, Motor Antik Kedux Garage Unjuk Gigi di USA


DENPASAR, BALI EXPRESS - Keinginan pelaku seni memang tak kenal batas untuk mewujudkan suatu ide. Seperti halnya Nyoman Gede Sentana Putra alias Kedux. Tidak puas hanya bermain-main dengan cat dan painstripe, Kedux mencoba hal baru, yakni membuat motor karya sendiri. Dan akhirnya membuat brand Kedux Garage.


Kedux Garage mengawali perjalanannya pada tahun 2007. Saat itu ia memulainya dengan melukis pinstripe. Lalu dengan modal nekat ia memberanikan diri meminjam modal untuk membuat motor. Yang unik dari pembuatan motor Kedux yakni dibentuk secara emosional. Kedux tak memiliki latar belakang teknik mesin atau pengetahuan tentang motor. Ia hanya belajar dari majalah motor. Semua dilakoninya karena hobi dan suka motor.


“Awalnya sih dari hobi aja. Lama-lama ingin juga buat motor karya sendiri. Saya bukan anak motor. Dalam artian, yang paham sekali tentang motor. Cuma suka aja. Eh, keterusan. Ya beginilah jadinya,” kata Kedux sambil menunjuk salah satu motor hasil karyanya kepada koran Bali Express.


Meskipun motor unik dan antik garapannya sudah go international, Kedux tidak mematok harga terlalu tinggi. Customernya pun lebih banyak kalangan domistik. “Ya baru domistik saja. Bule-bule itu sedikit. Maklum baru belajar. Gak apa-apa dipasarkan di dalam negeri. Yang penting karya sendiri,” ujar Kedux dengan santai.


Dalam satu tahun, Kedux menargetkan dua motor saja. Tentu waktu ini lumayan lama. Sebab Kedux tak ingin gegabah dalam mengerjakan motor pesanan pelanggan. “Lama ya? Ya, memang. Karena saya tidak mau memberikan hasil yang jelek. Ini spesial. Kalau custom kan cuma ada satu di dunia. Gak ada lagi yang bisa buat. Kecuali saya buat lebih dan sama. Tapi tetap saja jadi limited edition,” tuturnya.


Banyak modifikasi motor yang dilakukan Kedux Garage seperti Japstyle, Chopper, Caferacer hingga Harley Davidson. Untuk saat ini ia lebih fokus pada style traditional chopper. Sebab, pengerjaannya lebih mudah. Aksen tradisionalnya pun pas. Selain untuk berkendara, motor-motor yang dibangun olehnya digunakan dalam ajang kontes serta pameran.


Sederet penghargaan telah ia terima. Mulai dari nasional hingga internasional. Sebut saja dalam kontes Kustomfest tahun 2019 di Yogyakarta. Saat itu ia berhasil mencatatkan namanya di kancah nasional. Kemudian Kedux berangkat sebagai perwakilan Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam rangkaian acara 26th Yokohama Hot Road Custom Show di Pacifico, Yokohama, Jepang. Dan tahun ini motor garapan Kedux pun kembali ikut serta dalam ajang kontes di USA.


Selain motor, Kedux juga memproduksi merchandise dengan nama clothing NK13 yang sudah dikenal di Amerika, California dan Jepang.

Editor : Nyoman Suarna
#denpasar #jepang