DENPASAR, BALI EXPRESS - Lomba ogoh-ogoh serangkaian Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar diikuti 169 ogoh-ogoh. Jumlah tersebut telah ditetapkan pada penutupan pendaftaran, Kamis (5/3). Selanjutnya, panitia bersama tim juri akan melakukan tahap penilaian yang dilakukan dengan cara mendatangi tempat pembuatan ogoh-ogoh dari masing-masing ST.
Salah satu ogoh – ogoh yang mencuri perhatian masyarakat yang lewat adalah ogoh–ogoh Banjar Kelandis. Ogoh–ogoh dengan rupa menyeramkan ini, banyak diabadikan oleh masyarakat yang lewat di Jalan Hayam Wuruk.
Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat dikonfirmasi Rabu (11/3) mengatakan, seluruh rangkaian pendaftaran peserta lomba ogoh-ogoh telah usai. Keseluruhan peserta akan mengikuti tahap selanjutnya yakni penjurian yang dimulai tanggal 16 hingga 19 Maret mendatang dan secara berturut-turut dimulai dari Kecamatan Denpasar Selatan, Kecamatan Denpasar Timur, Kecamatan Denpasar Utara, dan berakhir di Kecamatan Denpasar Barar. Sedangkan pengumuman hasi penjurian akan dilaksanakan pada 20 Maret mendatang. “Juri beserta rombongan akan datang langsung ke banjar-banjar dimana oggoh-ogoh disiagakan,” ujar Mataram.
Lebih lanjut dikatakan, rangkaian penilaian akan melibatkan sembilan orang dewan juri yang berasal dari kalangan profesional di bidangnya. Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhanya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 25 juta dipotong pajak. “Sebagai ajang pelestarian seni, budaya dan tradisi, kami berharap seluruh STT menampilkan karya ogoh-ogoh terbaiknya,” jelas Mataram
Ngurah Mataram juga menekankan bahwa seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusivitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini. “Kepada semua pihak termasuk desa pakraman, babinsa, Babinkamtibmas, Desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaga kondusivitasnya serta mentaati aturan untuk menggunakan bahan ramah lingkungan serta larangan penggunaan sound system saat pawai ogoh-ogoh,” tegas Mataram.
Adapun keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 52 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 39 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 42 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat dan 36 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan. Semuanya sudah siap mengikuti tahap seleksi penjurian untuk ditetapkan 8 terbaik di masing-masing kecamatan yang seluruhnya berjumlah 32 ogoh-ogoh.
Editor : Nyoman Suarna