Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dibatasi, Upacara Mapepada dan Bumi Sudha di Besakih Sepi

Nyoman Suarna • Selasa, 24 Maret 2020 | 02:09 WIB
Dibatasi, Upacara Mapepada dan Bumi Sudha di Besakih Sepi
Dibatasi, Upacara Mapepada dan Bumi Sudha di Besakih Sepi


AMLAPURA, BALI EXPRESS – Upacara Tawur Tabuh Gentuh di Pura Agung Besakih yang berlangsung, Selasa (24/3), sepi. Meski demikian, panitia pun tetap melaksanakan semua rangkaian upacara persiapan Ida Bhatara Turun Kabeh.


Sehari sebelum upacara Tawur Tabuh Gentuh, panitia melaksanakan upacara Mapepada dan Bhumi Sudha. Upacara ini bermakna untuk menyucikan sarana upacara dan banten yang akan dihaturkan saat tawur.


Ada beberapa persembahan yang disebut wawalungan atau hewan suci yang akan menjadi sarana upacara,  di antaranya sapi, kerbau, menjangan, kijang, petu, brekaok, kambing, dan angsa. Ada pula sarana banten disebut Caru Manca Satha. Pelaksanaan Mapepada bertujuan meningkatkan derajat wewalungan tersebut. 


Ketua panitia karya Jro Mangku Widiartha menjelaskan, upacara mapepada masih tetap dilaksanakan karena menjadi satu kesatuan dengan upacara selanjutnya. Namun pihaknya hanya melibatkan pengurus pokok yang bertanggung jawab terhadap upacara. Sementara yang tidak berkepentingan, tidak diperkenankan datang.


"Upacara hanya diikuti sejumlah krama karena mengikuti imbauan pemerintah. Tidak melibatkan banyak orang untuk pencegahan penyebaran virus Korona yang masih mewabah," jelas Widiartha, Senin (23/3).


Upacara di-puput dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Wayahan Tianyar dari Griya Menara, Sidemen, dan Ida Pedanda Istri Karang dari Griya Suci, Jungutan, Bebandem, Karangasem.


Di tengah situasi merebaknya kasus penyebaran virus Covid-19, panitia memang membatasi krama yang terlibat di dalam pelaksaaan upacara ini. Misalnya hanya melibatkan prajuru adat, pinandita dan serati banten.


“Krama yang ikut jumlahnya terbatas. Ini menyesuaikan dengan imbauan pemerintah agar tidak melibatkan orang banyak. Termasuk menerapkan social ditencing untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus semakin meluas,” tegasnya.

Editor : Nyoman Suarna