GIANYAR, BALI EXPRESS - Rencana Gubernur Bali melalui Majelis Desa Adat dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali terkait pelaksanaan nyepi tiga hari kembali atau yang disebut "Sipeng Eka Bratha" ditanggapi serius oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra. Pihaknya pun siap akan membagikan sembako gratis kepada 7.554 kepala keluarga miskin selama Sipeng berlangsung yang direncanakan pada 18 hingga 20 April mendatang.
"Gianyar siap dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Bali melalui MDA dan PHDI Bali dengan pelaksanaan nyepi sesuai kearifan lokal ini. Yang tujuannya mengerim penyebaran covid -19. Di Gianyar terdapat 7.554 KK miskin, itu akan dibagikan sembako untuk kebutuhan selama tiga hari nyepi itu, kalau ditotalkan nilainya sebesar Rp 400 ribu per KK," jelasnya, Selasa (7/4).
Pria asal Kecamatan Payangan itu juga mengaku jika memang dilakukam Sipeng sehingga kebutuhan pokok setiap KK harus siap sebelumnya. Namun kali ini pihaknya hanya memfokuskan kepada warganya yang miskin terlebih dahulu. Sedangkan bagi KK yang perekonomiannya masih bisa berjalan, dikatakan mereka masih bisa bertahan.
"Belum menyentuh ke pekerja harian (perekonomiannya masih bertahan,Red) karena mereka masih bisa bernafas. Gianyar siap dengan kebijakan melalukan sipeng tersebut. Saya juga harapkan warga tidak mengadakan lelungan (bepergian) dan diam di rumah saja. Ini untuk bagaimana bisa menahan agar di Bali tidak jumlahnya membesar covid -19 tersebut," imbuhnya.
Disinggung dengan pembagian sembako ke ribuan KK miskin tersebut, ia mengaku akan dipusatkan di Gor Kebo Iwa. Selanjutnya Satgas Covid-19 di masing-masing desa yang akan memgambil agar tidak adanya kerumunan warga. "Nanti kita kumpulkan semua beras, telur, mie instans dan sembako lainnya di Gor Kebo Iwa. Dijadikan dalam 7.554 paket, nanti akan ditrisbusikan ke satgas covid-19 masing-masing desa agar mengirim ke rumah warga langsung," tandasnya.
Mahayastra juga menambahkan ia sudah melakukan rapat koordinasi terkait kesiapan sipeng tersebut. "Hari ini saya mendadak undang OPD terkait, begitu tadi malam saya lihat di medsos, PHDI, Gubernur, Majelis Desa Adat sampaikan langkah terkait covid -19. Yaitu akan ada nyipeng 3 hari pada tanggal 18,19, 20, April 2020. Berarti secara otomatis 5 hari masyarakat tidak bisa beraktifitas dengan baik," paparnya.
Lanjut Mahayastra, "Sehingga saya berpikir ini sudah berlangsung cukup lama. Kedepan kalau berkepanjangan ada pembatasan sosial berskala besar atau masyarakat tidak bisa hidup, kita harus memikirkan mereka. Namun sekarang langkah cepat, dengan data 7.554 KK miskin itu kita bantu sembako untuk disiapkan menyambut nyepi kebijakan nyipeng 3 hari itu," imbuhnya.
Editor : I Putu Suyatra