Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Arya Kanuruhan sebagai Menteri Sekretaris di Kerajaan Samprangan

Nyoman Suarna • Selasa, 16 Juni 2020 | 00:16 WIB
Arya Kanuruhan sebagai Menteri Sekretaris di Kerajaan Samprangan
Arya Kanuruhan sebagai Menteri Sekretaris di Kerajaan Samprangan


Untuk melemahkan pemberontakan orang Bali Aga, Gajah Mada mengirim beberapa pasukannya ke Bali, di antaranya Tan Kober, Tan Kawur, Tan Mundur, dan Arya Gajah Para, sehingga terjepitlah daerah Bali Aga, dan tidak dapat berbuat banyak. Setelah aman, barulah disusun struktur pemerintahan Bali, seperti raja sebagai penguasa tertinggi, patih agung atau perdana menteri, patih, bata mantra (tanda menteri), demung (urusan upacara), temenggung (pemimpin tentara rakyat).



Dalam mengatur pemerintahan, Arya Kanuruhan dan Arya Kuta Waringin ditugaskan sebagai menteri sekretaris negara, karena kedua orang ini merupakan ksatrya keturunan Kediri dan sangat pandai dalam ilmu pemerintahan negara. Untuk mengisi kekosongan jabatan dalam pemerintahan, diangkatlah Pangeran Nyuh Aya menjadi Patih Agung, Arya Wangbang menjadi demung. Setelah pemerintahan terbentuk dan berjalan, akhirnya Raja Dalem Ketut Kresna Kepakisan wafat pada tahun Caka 1302.



Sementara itu, Arya Kanuruhan yang menjadi Menteri Sekretaris Negara dan bertempat tinggal di wilayah Tangkas pun telah menginjak masa tua. Beliau banyak menulis buku-buku tentang Sasana Mantri (job training dari masing-masing mantri). Oleh karena itu, beliau selalu diikut-sertakan sebagai pendamping raja guna memberikan pertimbangan sebelum diputuskan oleh raja. Arya Kanuruhan memiliki tiga orang putra, yaitu anak tertua bernama Arya Brangsinga, kedua Arya Tangkas, selanjutnya Arya Pegatepan sebagai putra ketiga. (bersambung/man)



Editor : Nyoman Suarna