Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Frangky Hercules Mengaku Dipanggil Polda, Terkait Laporan Ismaya

Nyoman Suarna • Selasa, 16 Juni 2020 | 04:04 WIB
Frangky Hercules Mengaku Dipanggil Polda, Terkait Laporan Ismaya
Frangky Hercules Mengaku Dipanggil Polda, Terkait Laporan Ismaya


DENPASAR, BALI EXPRESS – Salah seorang mantan pentolan ormas besar besar yang kini membuat ormas baru, Kesatria Keris, Ketut Putra Ismaya, melayangkan laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali. Laporan tersebut atas dugaan pengancaman terhadap dirinya yang dilakukan oleh Franky Hercules, ketua kelompok Hercules Bali. Ismaya datang ke Mapolda Bali, Minggu petang (14/9) menjelang malam.



Dari pantauan Bali Express di Polda Bali, Ismaya berada di ruang laporan Ditreskrimum Polda Bali hingga lebih dari tiga jam. Keluar dari Ditreskrimum Polda Bali pada malam hari, Ismaya mengaku membuat laporan pengancaman terhadap dirinya. “Saya membuat laporan sebagai warga yang taat proses hukum. Tadi sudah diterima oleh polisi sebagai laporan pengaduan masyarakat (dumas),” ungkapnya saat ditemui awak media.



Ismaya mengaku membuat laporan atas dugaan pengancaman terhadap dirinya yang dilakukan oleh salah satu pentolan Hercules Bali tersebut. “Di sini sudah ada laporan pengancaman. Polisi akan memeriksa apakah memenuhi alat bukti atau belum. Yang penting bagi saya sudah melakukan laporan,” jelasnya kembali.



Dikonfirmasi terpisah, Senin malam (15/6), Frangky mengaku sudah dipanggil pihak penyidik Ditreskrimum Polda Bali untuk memberi penjelasan terkait laporan terhadap dirinya yang dilakukan oleh Ismaya. “Saya sudah dipanggil pihak Resmob Polda Bali, sudah memberikan klarifikasi. Kepada polisi saya menerangkan bahwa saya memang berkomunikasi dengan Ismaya, saya terangkan apa adanya kepada polisi,” jelas Frangky.



Mengenai ancaman pistol, Frangky menjelaskan bahwa dirinya tidak benar mengancam Ismaya. “Saat video call dengan Ismaya, di dekat saya ada keponakan saya duduk memegang pistol. Lalu keponakan saya itu membuang pistol tersebut ke lantai, saya kemudian mengambil. Mungkin saat saya mengambil pistol, Ismaya lihat dan dianggap ancaman,” lanjutnya.



Frangky menyatakan, awalnya dia hanya meminta klarifikasi kepada Ismaya terkait postingannya di FB, tidak bermaksud untuk bermusuhan. “Saya tidak habis pikir dengan laporan yang dibuat. Saya tidak pernah mengancam. Polisi bisa menilai postingan FB itu. Zaman sekarang, lebih baik bersaudara daripada bermusuhan bro,” pungkasnya.



Sementara itu, pihak Direktorat Reskrimum Polda Bali maupun Humas Polda Bali belum bisa dimintai konfirmasi terkait duduk perkara laporan yang dibuat oleh Ismaya, maupun perihal pemanggilan Frangky tersebut.



Kasus ini berawal dari viralnya sebuah video yang berdurasi 38 detik di media sosial antara Ismaya dan Franky. Mereka nampak adu mulut via video call. Tidak jelas apa duduk perkara masalah tersebut.



Sebelumnya, Polda Bali juga telah memanggil Anggota DPRD Badung Wayan Suyasa terkait keterlibatan dirinya sebagai penasihat Tim Hercules Bali. Dalam pernyataannya Wayan Suyasa memberikan klarifikasi bahwa Tim Hercules bukanlah organisasi masyarakat atau ormas. Dirinya mengaku dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai hal tersebut.



Mengenai dirinya yang didatangi oleh tim inti Hercules beberapa waktu lalu,Wayan Suyasa menjelaskan bahwa sebagai wakil rakyat dirinya harus menerima semua pihak baik secara individu maupun kelompok. Mengenai pendaulatan dirinya sebagai penasihat Tim Hercules, Suyasa menerima hal tersebut sebagai bentuk saling menghargai.



Editor : Nyoman Suarna