Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Arya Tangkas Ditugaskan ke Kertelangu

Nyoman Suarna • Kamis, 18 Juni 2020 | 00:15 WIB
Arya Tangkas Ditugaskan ke Kertelangu
Arya Tangkas Ditugaskan ke Kertelangu


Kerajaan Kertelangu di bawah kekuasaan I Gusti Ngurah Agung Pinatih runtuh pada tahun Caka 1527 atau tahun 1604 Masehi (Saat itu pemerintahan Bali berada di tangan Raja Dalem Sagening  tahun Caka 1502-1543 atau 1580-1621 Masehi). Kerajaan Kertelangu didirikan tahun 1350,  pada masa pemerintahan Raja Çri Smara Kapakisan (Caka 1302-1382 atau 1380-1460 Masehi) atau sekitar 76 tahun setelah berdirinya kerajaan Bali yang berpusat di Samprangan. Kerajaan Kertelangu runtuh dalam usia 177 tahun.



Ketiadaan seorang raja sangat dirasakan pada saat upacara keagamaan, di mana banyak palinggih rusak karena tidak ada lagi yang bertanggung jawab untuk hal tersebut. Menurut Babad Arya Tangkas, untuk meredakan pertikaian dan mengamankan wilayah Kertalangu dari kerusuhan, diutuslah salah seorang keturunan Arya Kenuruhan bernama AryaTangkas, sedangkan Raja Kertalangu I Gusti Ngurah Agung Pinatih diungsikan ke Desa Tulikup dan Desa Sulang.
Pertanyaannya, Arya Tangkas generasi ke berapakah yang diutus ke Kertelangu? Kalau kita simak tahun berdirinya Kerajaan Gelgel di bawah kekuasaan Çri Kresna Kapakisan atau Adipati Samprangan terjadi tahun Caka 1272-1295 atau 1350-1373 Masehi. Pada masa itu yang menjadi pendamping raja sebagai sekretaris adalah Arya Kanuruhan. Lalu, ketika Kertelangu runtuh, raja Gelgel yang berkuasa adalah Raja Dalem Sagening  tahun Saka 1502-1543 atau 1580-1621 Masehi) yang menjabat sebagai raja keenam.



Jika menyimak kedatangan Arya Kenuruhan dalam ekspedisi Gajah Mada (tahun Caka 1265 atau 1343 M) hingga masa Arya Tangkas yang diutus ke Kertelangu (tahun Caka 1502) berkisar sekitar 237tahun. Dalam kurun waktu sekitar 200 tahun, apakah Arya Tangkas yang ditugaskan ke Kertelangu adalah anak dari Arya Kanuruhan?



Editor : Nyoman Suarna