Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Patung Alang-alang Dewi Sri 14 Meter Dibuat di Tegallalang

I Komang Gede Doktrinaya • Minggu, 9 Agustus 2020 | 22:12 WIB
Patung Alang-alang Dewi Sri 14 Meter Dibuat di Tegallalang
Patung Alang-alang Dewi Sri 14 Meter Dibuat di Tegallalang

GIANYAR, BALI EXPRESS – Patung Dewi Sri berbahan alang-alang dibangun di tempat rekreasi sekaligus tempat makan di Desa Tegallalang, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. 


Patung yang dibangun di tengah persawahan ini, juga sebagai penghormatan kepada Dewi Sri dan simbol kemakmuran. Pembuatan patung yang tingginya mencapai 14 meter itu, ditarget  akan rampung dalam sepekan ini.


Hal itu diungkapkan seniman patung berbahan alami, I Wayan Agus Eri Putra saat ditemui, Minggu (9/8). 


Wayan Agus Eri  membuat patung berbahan alami ini, berawal dari perhatiannya terhadap alam dan lingkungan sekitar dalam pemanfaatan bahan alam untuk kreativitas seni. “Sebelumnya sempat membuat ogoh-ogoh yang berbahan jerami untuk di banjar, sekarang patung berbahan alang-alang,” jelas pria asal Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud tersebut.


Ia mengaku penggarapan patung  berukuran 14 meter itu sejak 1,5  bulan yang lalu, menghabiskan sekitar 50 ikat alang-alang. Melibatkan 11 orang pemuda yang ada di banjarnya sendiri. “Kami hanya bekerja dengan teman-teman di banjar, yang rata rata mereka  dirumahkan dampak pandemi,” sambungnya.


Wayan Agus Eri menambahkan,   alang-alang  yang digunakan bisa tahan sampai 2 tahun kedepan bila diletakkan di ruangan terbuka. 


Namun yang digunakan pun harus dipilah terlebih dulu, dan dicari mana yang layak digunakan untuk patung 


“Untuk temanya, memang dari permintaan dari pemilik tempat rekreasi ini. Diminta Patung Dewi Sri karena lokasinya ada di persawahan dan sebagai simbol pemberi kemakmuran, kesejahteraan, dan rezeki. Sebab, saat ini banyak juga warga yang beralih kembali menjadi petani, atau kembali ke alam,” imbuhnya.


Sedangkan pemilik Bali Funtastic, I Made Ardana, mengaku, pembangunan patung Dewi Sri memanfaatkan alang-alang di areal 26 are tersebut, untuk menambah kesan ramah lingkungan. Sebab, di sisi barat dan timur lokasi masih berupa areal persawahan yang asri. “Ini sebagai simbol kemakmuran. Selain itu, untuk menambah kesan ramah lingkungan. Jadi, kami gunakan bahan yang langsung dari alam,” paparnya.


Disinggung dibuat dengan ukuran jumbo, Ardana mengaku, selain memperkenalkan wilayah Desa Tegallalang, juga untuk memberikan ruang berkreativitas kepada seniman. Khususnya kali ini adalah seniman perupa yang memanfaatkan bahan dari alam secara langsung. “Kita kenalkan ke masyarakat bahwa Tegallalang ada obyek baru. Makanya, kita selalu membuat patung yang berukuran besar,” imbuh pria yang juga memiliki obyek wisata dengan mendirikan patung Luwak terbesar tersebut.



 

Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#tegallalang