DENPASAR, BALI EXPRESS - Pura Dalem Kehen terletak di Banjar Kehen, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur. Lokasinya berada di pinggir jalan. Pura Dalem Kehen ini merupakan pura tua yang ada di Denpasar. Namun pura ini belum didaftarkan dalam Cagar Budaya.
DI Pura Dalem Kehen ini tampak beberapa bangunan tua yang masih dipertahankan. Namun karena Kori Agung Pura Kehen sempat roboh saat terjadinya gempa Lombok, maka dilakukan perbaikan dengan cara restorasi. Restorasi mulai dilakukan pada tanggal 31 Juli dengan target pengerjaan selama 2 bulan atau 60 hari kerja. Restorasi dilakukan untuk mempertahankan keaslian dari struktur kori yang memadukan antara asrsitektur Candi Jawa dan Bali.
Pada Selasa (11/8) tampak para tukang yang ditunjuk oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar tengah membongkar stuktur kori. Satu per satu bata asli dari bangunan itu disusun rapi dengan diisi nomor di halaman pura. Bata-bata tersebut nantinya akan digunakan kembali saat proses pembangunan candi.
Pemangku Pura Dalem Kehen, Made Nartana (48), ditemui di lokasi menuturkan, pura ini sudah ada sejak lama dan tak diketahui kapan persisnya didirikan. Akan tetapi, menurut Nartana, pura ini memiliki kaitan erat dengan Pura Kehen di Bangli. “Dari pengelingsir saya sudah ada pura ini, dan tidak jelas tahunnya, kapan dibangun. Pura ini ada kaitannya dengan Pura Kehen Bangli,” kata dia.
Dari sekian lama, proses restorasi ini baru pertama kali dilakukan. Sebenarnya ada buku terakit sejarah pura ini, namun tak lengkap, termasuk sejarah yang ada di Pura Kehen Bangli pun kurang lengkap dikarenakan prasastinya kebanyakan dibawa ke Belanda. “Lama ini prosesnya. Dari Dinas Kebudayaan, dari Balai Pelestarian Cagar Budaya juga datang ke sini melakukan penelitian. Hampir setahun diteliti, sebelum dilakukan restorasi,” tuturnya.
Di pura ini juga ada beberapa palinggih kuno yang masih tetap utuh walaupun ada beberapa yang sudah diganti dengan batu hitam. Adapun palinggih yang masih tetap utuh dan alami yakni Pengrurahan Batur, Gedong Ibu, Gedong Ratu Agung, serta beberapa palinggih lainnya. Di pura ini juga disungsung barong landung dan dua tapel Ratu Ngurah Sambangan.
Sementara itu, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram mengatakan, Pura Dalem Kehen ini sangat unik karena bangunannya merupakan perpaduan antara candi Jawa dan Bali yang bisa dilihat dari kori agungnya. Diperkirakan pura ini sudah ada sejak zaman Majapahit dan sampai saat ini tahunnya belum bisa terbaca. “Saking lamanya dan tuanya, sampai tidak bisa terbaca tahunnya. Mungkin sudah sejak zaman Majapahit, karena model kori agungnya merupakan perpaduan antara bentuk candi Jawa dan Bali,” katanya.
Dalam proses restorasi ini, struktur kori agungnya akan diperkuat dengan ditambah beton di bagian dalamnya dan struktur luarnya akan tetap menggunakan bata aslinya. “Saat gempa Lombok sempat roboh karena kan bangunan lama hanya menggunakan tanah sebagai perekatnya. Makanya sekarang kami perkuat strukturnya,” katanya.
Sampai saat ini pura ini belum didaftarkan dan ditetapkan sebagai cagar budaya karena terkendala pandemi Covid-19. Ia mengatakan, kemungkinan pura ini dan beberapa pura kuno di Denpasar akan didaftarkan sebagai cagar budaya tahun 2021 mendatang. “Nantinya semua pura yang kuno di Denpasar akan kami daftarkan menjadi cagar budaya. Saat ini masih belum, karena masih situasi pandemic. Jadi sedikit terkendala untuk mengurus prosesnya,” ucap Mataram.
Editor : Nyoman Suarna