DENPASAR, BALI EXPRESS - Pemuda-pemuda pada era milenial selalu memiliki segudang gagasan unik dan menarik. Di bidang musik, untuk pertama kalinya di Bali digelar konser dengan konsep Silent Sound. Konsep ini digagas Muhhamad Fitrawansyah, owner Karakter Kopi, sebuah coffee shop di Kota Denpasar.
Fitrawansyah mengatakan, konsep Silent Sound ini sebenarnya telah digagasnya pada Maret lalu, tapi baru terealisasi Sabtu (22/8) malam. Bahkan dalam konser yang dirancang itu, rencananya mengundang tiga bintang tamu, yakni Nosstress, Pusakata dan Dadang Dialog Dini Hari. Namun karena situasi pandemi, pihaknya akhirnya hanya mengundang Nosstress.
Istimewanya lagi, Nostress akhirnya kembali menyapa penggemarnya, setelah lama off dari panggung hiburan sejak pandemi Covid-19 melanda. Bahkan, kali ini mereka tampil dengan konsep yang berbeda, berkonsep Silent Sound. Sedangkan penonton yang hadir dan musisi menggunakan headset saat konser berlangsung.
Dalam even silent sound tersebut, grup band yang digawangi Nyoman Angga, Gunawarma, dan Tjokorda Bagus membawakan 12 lagu hits, seperti Tanam Saja, Pegang, Semoga Ya, Bersama Kita, Mengawali Hari, Ini Judulnya Belakangan hingga single hits terbaru mereka bertajuk Saling Bantu, yang diciptakan saat masa pandemi.
“Ide awalnya sudah dirancang pada Maret untuk memeriahkan acara ulang tahun Karakter Kopi di bulan Mei. Konsepnya kami buat sebenarnya pada Maret, untuk acara ulang tahun Karakter kopi yang rencana kami rayakan pada Mei. Entah pas banget momennya seperti kondisi saat ini, ya kami tetap jalankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.
Fitrawansyah mengaku, konsep ini merupakan konsep pertama kali digelar di Bali. Sebelum merancang dan merealisasikan ide tersebut, ia bersama beberapa tim melakukan riset kecil untuk mengetahui apakah sebelumnya sudah ada yang pernah menggunakan ide ini di Bali atau belum. “Even musik dengan konsep silent sound ini frist time di Bali. Waktu menggarap ide ini saya juga melihat kira-kira sudah ada belum coffee shop atau cafe lain menggunakan konsep seperti ini. Yang saya tahu, konsep seperti ini hanya diterapkan di tempat disko atau dugem. Itu memang pernah ada di Bali. Kalau untuk music, ini yang pertama kali,” sambungnya.
Ia juga mengatakan, seluruh perlengkapan didatangkan langsung dari Jakarta, seperti headset sebanyak 100 buah. “80 untuk penonton dan 20 lagi untuk tim dan crew,” tambahnya.
Dalam even tersebut, pihaknya menyediakan tiket seharga Rp 100 ribu yang dijual secara online dan on the spot. Antusiasme penonton pun sangat tinggi, sehingga ia terpaksa harus menolak 300 orang yang ingin hadir dalam even tersebut. “Karena limited headset juga sudah dilengkapi izin dan terbatas. Antusias penonton sangat tinggi, jujur setelah tiket sudah sold out masih ada yang ingin beli. Kurang lebih 300 orang yang ingin hadir di even ini. Saya sampaikan permohonan maaf bagi penggemar Nosstess yang tidak bisa melihat, karena memang acara ini terbatas,” ujarnya.
Konser dengan konsep Silent Sound ini merupakan pengalaman baru bagi personil Nosstress. “Ini pengalaman baru. Tapi kalo disuruh memilih, lebih suka konser biasa, bisa dengar respons penonton. Kalau ini gak bisa tahu respons penonton karena pakai headset,” ujar Man Angga, salah satu personil Nosstress.
Editor : Nyoman Suarna