Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dampak Pandemi Covid-19, Nihil Pesanan Pisau Taji

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 4 September 2020 | 05:40 WIB
Dampak Pandemi Covid-19, Nihil Pesanan Pisau Taji
Dampak Pandemi Covid-19, Nihil Pesanan Pisau Taji

TABANAN, BALI EXPRESS - Adanya tradisi Matajen di Bali membuat masyarakat, umumnya kaum pria banyak memburu pisau taji. Pisau taji merupakan senjata yang terbuat dari besi runcing yang berbentuk jalu ayam dan digunakan pada permainan tradisional Tajen. Pisau taji ini diikatkan pada kaki ayam sebagai senjata untuk ayam ketika diadu.



Salah satu perajin pisau taji di Tabanan adalah Pande Made Suwidnya, 37, di Banjar Batu Sangian, Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. Pria yang akrab disapa D'Klempo itu, bahkan memasarkan pisau taji buatannya hingga keluar Bali dan luar negeri.


Kepada Bali Express Jawa Pos Group, D’Klempo menuturkan bahwa pembuatan pisau taji yang digeluti merupakan kegiatan turun temurun dari sang ayah. Ia pun membuat pisau taji sesuai pesanan, dimana dalam satu bulan bisa mencapai 5 hingga 10 set pisau taji. "Satu set pisau taji berisi 12 biji pisau taji berbagai ukuran," ujarnya Kamis (3/9).


Harga satu biji pisau taji dibanderol mulai dari Rp 250.000 hingg Rp 500.000. Sehingga untuk satu set pisau taji dijual mulai dari Rp 4 Juta hingga 7 Juta. Namun, harga yang dipatok tergantung dari bahan yang digunakan. "Untuk bahan baku kita datangkan dari Jakarta," imbuhnya.


Tak hanya digemari di Bali, pisau taji buatan D'Klempo juga diminati diluar Bali, sehingga ia sering mengirim pesanan ke NTT, Sulawesi hingga Kalimantan. “Kalau keluar negeri itu ke Malaysia. keluar Bali itu ke Kalimantan paling banyak,” sambungnya.


Dijelaskannya,  cara membuat pisau taji  dimulai dari potong bahan, kemudian dilas, selanjutnya membuat gagang, membentuk taji, selanjutnya difinishing. "Setelah terbentuk kemudian dicat serta diasah," paparnya.


Sayangnya, selama pandemi Covid-19 ini, pesanan pisau taji untuk wilayah Bali tidak ada sama sekali. Namun, untuk luar Bali masih ada beberapa pesanan. "Di luar Bali ada beberapa, tapi tidak seperti dahulu, penurunannya mencapai 40 persen," tandasnya.

Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#nihil #covid-19