Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dua Pasar Belum Produktif, Disperindag Karangsem Cari Celah

Nyoman Suarna • Sabtu, 12 September 2020 | 03:02 WIB
Dua Pasar Belum Produktif, Disperindag Karangsem Cari Celah
Dua Pasar Belum Produktif, Disperindag Karangsem Cari Celah

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Dari belasan pasar tradisional yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem, dua di antaranya ternyata belum menghasilkan pendapatan bagi daerah. Sebab, dua pasar itu sampai saat ini terbengkalai karena tak beroperasi, yakni Pasar Yadnya di Kecamatan Rendang dan Pasar Manggis di Kecamatan Manggis.


Disperindag Karangasem masih mencari trik khusus agar pasar tersebut bisa beroperasi. Sebab tantangan berat pemerintah saat ini adalah menggali potensi di dua daerah itu yang mungkin bisa dikembangkan dan hasilnya dipasarkan di dua pasar tersebut.


Kepala Disperindag Karangasem I Wayan Sutrisna mengatakan, khusus Pasar Yadnya, pihaknya sudah berdiskusi dengan pemerintah desa setempat tentang hal-hal yang perlu digali untuk menggairahkan daya beli masyarakat.


"Maksudnya, yang tahu, apa yang mungkin bisa dikembangkan masyarakat di sana. Kita hanya perlu cara bagaimana bisa menarik pembeli. Apa yang mesti dijual. Itu saja sebenarnya yang berat," kata Sutrisna, (11/9).


Sutrisna mengatakan, Pasar Yadnya dibangun untuk menampung para pedagang yang menjual perlengkapan upacara, souvenir, dan barang menarik lain. Dia menyadari animo terhadap keberadaan pasar itu masih rendah. Pasar sempat buka-tutup beberapa kali dan akhirnya kosong sampai sekarang.


Sementara itu, belasan pasar lainnya beroperasi optimal. Pemerintah Karangasem sudah bekerja sama dengan beberapa desa adat. Terakhir dengan Desa Adat Culik untuk pengoptimalan operasi Pasar Culik. "Juga di Pasar Pesangkan, kerja sama dengan Desa Adat Duda, Pasar Tukad Ling dengan Tianyar," kata mantan Sekretaris Disdikpora Karangasem itu.


Sutrisna mengakui, masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan di Disperindag. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan dua pasar tersebut, mesti dilakukan bertahap. Pasar Yadnya sudah kami bahas dan memang perlu waktu lagi untuk bisa bangkitkan aktivitas di sana. Termasuk Pasar Manggis juga," tukasnya.

Editor : Nyoman Suarna