GIANYAR, BALI EXPRESS – Areal jogging track di Jalan Usaha Tani Banjar Gelumpang, Desa/Kecamatan Sukawati, disulap menjadi tempat foto-foto. Penataan areal jogging track, jembatan, hingga sungai itu, sebagai langkah menuju kawasan desa wisata desa setempat. Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Sukawati, I Dewa Gede Dwi Putra, Kamis (17/9).
Lokasi tersebut menjadi spot selfie bagi kalangan muda. Salah satunya adalah yang dikenal dengan Jembatan Oranye. “Sudah dibuatkan Jembatan Oranye, dan rumah pohon sebagai daya tarik. Sedangkan setiap hari Jumat ada 20 orang lansia senam di halaman jogging track,” paparnya.
Lantaran masih situasi pandemi, pelaksanaan senam lansia dan yoga, memberlakukan protokol kesehatan, yakni pola hidup bersih, sehat, memakai masker, dan jaga jarak. “Di setiap sudut strategis, juga kami pasang spanduk imbauan protokol kesehatan,” tegasnya.
Dikatakannya, dengan tambahan Jembatan Oranye, jalur jogging track bertambah panjang 600 meter ke selatan. Di antara tebing-tebing batu, yang mengalir aliran sungai, lanjutnya, kedepan diproyeksikan akan dijadikan wisata air, semisal kano atau mini ban. “Di atas sungai, pengunjung bisa menikmati tracking,” imbuhnya.
Dengan dibukanya akses Jalan Usaha Tani sebagai jogging track dan obyek wisata, diharapkan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat setempat. “Saat ini, di jogging track sudah ada tiga warga yang buka warung. Karena animo masyarakat untuk olahraga dan wisata cukup tinggi,” jelasnya.
Dijelaskannya, Jalan Usaha Tani ini dilengkapi dengan 5 spot selfie, 3 bale bengong, serta 5 set tempat duduk yang dianggarkan melalui dana desa.
“Tujuan awalnya adalah memperbaiki Jalan Usaha Tani di wilayah Sukawati. Karena kondisinya memang rusak, sempit dan becek saat musim hujan. Namun, setelah kita survei, ternyata jalan ini berpotensi dikembangkan sebagai tempat olahraga sekaligus obyek wisata baru. Terlebih, Desa Sukawati saat ini sedang melangkah menjadi Desa Wisata,” tandasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya