Take video dengan Sukrada terus berlanjut. Kekocakan dan gaya nyeleneh Sukrada rupanya membuat Polres Buleleng kepincut. Sukrada dan Jem Tattoo secara khusus diminta membintangi video ajakan masyarakat untuk menggunakan masker di tengah pandemic Covid-19.
SKENARIONYA dalam cerita itu mengisahkan jika Jem Tattoo yang membonceng Sukrada tanpa menggunakan masker. Kendati sudah diingatkan, namun saat di tengah jalan, ia akhirnya diberhentikan polisi lantaran tak mengenakan masker.
Sukrada pun “adu mulu” dengan polisi hingga ia nekad mengajak polisi berduel. Tentu saja skenarion ini pun kian garing dan diterima masyarakat. Buktinya, video ajakan mengenakan masker ini menjadi viral di Buleleng.
“Sekarang masyarakat memang diedukasi dengan cara-cara sederhana, kocak dan pesan tersampaikan. Salah satunya dengan iklan lucu. Tak melulu harus serius, karena mereka sudah bosan dengan yang serius- serius,” seloroh Jem.
Di sisi lain, Jem mengakui bahwa Sukrada adalah tulang punggung keluarga. Sukrada, sebut Jem, kerap memberikan honor dari pekerjaannya sebagai bintang iklan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama kedua orang tuanya di Anturan.
“Setiap akan mau syuting, saya selalu minta izin ke orang tua Gede agar diizinkan mengajaknya. Karena syutingnya bisa sampai larut malam. Kalau sudah dapat honor, biasanya langsung diberikan kepada orang tuanya untuk kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Jem juga tak menampik jika Sukrada pernah mati suri ketika usianya menginjak 10 tahun. Cerita itu ia dengar dari masyarakat yang kenal dengan keluarga Sukrada. Selain itu, Sukrada juga memiliki phobia atau ketakutan berlebih dengan buah pisang.
“Entah apa penyebabnya, dia takut sekali sama pisang. Tapi kesukaannya adalah pakai baju begambar barong. Kecuali kalau syuting, baru dia mau pakai baju yang di endorse. Pokoknya Sukrada ini orangnya lucu, periang, jarang marah, tidak jahil. Seminggu saja saya tidak ketemu, terkadang kangen,” pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna