AMLAPURA, BALI EXPRESS – Beberapa desa di Kabupaten Karangasem, kini tengah mengembangkan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. Salah satunya Air Terjun Cebure Dukuh Sakti di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, yang dikembangkan menjadi objek wisata baru.
Tiga bulan penataan, air terjun kini mulai dilirik para pelancong. Ada saja orang yang berkunjung ke air terjun tersebut. Ini juga tak lepas dari penyebaran informasi di media sosial (medsos) yang begitu cepat. Desa Rendang memiliki cukup banyak potensi alam yang dapat dikembangkan untuk objek wisata.
Selain tempat pemandian Dauh Dalem, salah satu desa sejuk di Gumi Lahar itu juga memiliki air terjun. “Sudah tiga bulan lokasi itu kami tata. Yang berkunjung baru sebatas bayar sukarela. Belum kami kenakan tarif,” kata Perbekel Desa Rendang I Nengah Kariasa, Selasa (24/11).
Kariasa menyebut, penataan air terjun dilakukan agar potensi yang dimiliki desa dapat dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan desa. Makanya beberapa lokasi yang dinilai layak dikembangkan, mulai digarap satu persatu. Meski demikian, pihak desa belum menetapkan tarif bagi pengunjung.
Wisatawan, baik lokal, maupun luar Karangasem hanya membayar sukarela. “Berapa sumbangan dari pengunjung, segitu kami terima. Karena tidak ada patokan nominal sumbangan,” tegas Kariasa. Dia mengakui, pengunjung sudah datang ke Rendang sejak Hari Raya Galungan, baru-baru ini. Mereka tahu lokasi air terjun dari medsos.
Pengunjung dijamin dengan panorama alam sekitar yang masih asri. Sehingga akan senang ketika berjalan mencari titik poin air terjun. “Setelah ditata, mulai banyak dikunjungi. Sebelum dilakukan penataan, juga sudah ada pengunjung yang ke sana tiap harinya. Tapi jumlahnya belum begitu banyak,” ucapnya.
Untuk sampai di lokasi, pengunjung mesti melintasi jalanan sekitar 800 meter dari jalan besar. Wisatawan bisa mengendarai sepeda motor untuk sampai di sekitar air terjun. “Tinggal jalan kaki sedikit sudah sampai ke lokasi. Pengunjung juga bisa jalan kaki. Karena kalau jalan kaki bisa menikmati pemandangan sekitar sambil berjalan menuju lokasi. Memang agak jauh,” kata Kariasa.
Editor : Nyoman Suarna