DENPASAR, BALI EXPRESS - Keterbatasan fisik bukan berarti membatasi kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan support, motivasi dan kepercayaan diri, penyandang disabilitas juga bisa menampilkan pertunjukan yang memukau agar sejajar dengan orang normal.
Seperti pertunjukan yang dilakukan Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, Minggu (13/12) di Sekar Jambu, Jalan Sedap Malam, Denpasar. Kegiatan ini melibatkan penyandang disabilitas tuna daksa, khususnya anggota Yayasan Cahaya Mutiara.
Ni Made Ratni selaku ketua Yayasan Cahaya Mutiara didampingi I Wayan Damai selaku ketua Dewan Pembina mengatakan, kegiatan ini di antaranya diisi dengan menari, menyanyi, teater, kuliner, donor darah dan lainnya.
"Kami apresiasi pihak Sekar Jambu yang sudah memfasilitasi kami dalam pertunjukan ini. Ada belasan anggota penyandang disabilitas perform dalam acara ini," kata Ratni diamini Wayan Damai.
Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para penyandang disabilitas. "Disabilitas adalah kuncinya mental. Kalau mental bagus, bisa bekerja maupun berkegiatan di ruang publik. Jadi, ini gebrakan untuk memulihkan mental mereka dan meringankan orang tua mereka juga," tambah Wayan Damai.
Lebih lanjut dikatakan Wayan Damai, awalnya pendirian yayasan ini terinspisari ketika ia berkunjung di Yogyakarta. Ide itu akhirnya ia garap bersama rekan-rekannya di Ubud ditambah support ibu angkat dari Kanada.
Terkait yayasan ini, Made Ratni menambahkan, saat ini terdapat 37 anggota. Namun yang bisa ditampung saat ini hanya 10-12 orang karena keterbatasan kamar. Lokasinya di Tampaksiring, dimana ada bekas sekolah disewa untuk dijadikan tempat tinggal. Yayasan ini sendiri sudah berdiri kurang lebih 6 tahun.
Ada empat program utama yang diberikan di yayasan ini yakni pendidikan, kesenian, olahraga dan bercocok tanam. "Yang tinggal di sana semuanya masih dalam proses belajar serta ada juga yang sudah bekerja dan semuanya tuna daksa. Ada dari Karangasem, Bangli, Gianyar dan kabupaten lainnya. Bahkan ada atlet level nasional dan internasional juga," tandas Ratni.
Editor : Chairul Amri Simabur