Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Danru Satpam Tebas Pegawai Dua Minggu Baru Dilaporkan

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 14 Desember 2020 | 19:42 WIB
Danru Satpam Tebas Pegawai Dua Minggu Baru Dilaporkan
Danru Satpam Tebas Pegawai Dua Minggu Baru Dilaporkan

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus penebasan terjadi di sebuah perusahaan pengolahan ikan di area Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (1/12) lalu. Pelaku penebasan adalah Komandan Regu (Danru) Satpam perusahaan PT SJS yang bernama Hairudin,37, pria asal Dompu, Nusa Tenggara Barat.


Hairudin,37, menebas tangan korban Ahan, 40, hingga nyaris putus. Dari informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), menurut salah satu Satpam bernama Ahmad menuturkan,  peristiwa itu terjadi pagi hari, Selasa (1/12) lalu. "Kejadiannya memang benar di sini  di halaman Kantor PT SJS," ungkap Ahmad.


Saat terjadi penebasan, Ahmad  baru datang ke kantor untuk berjaga shif pagi menggamtikan pelaku (Hairudin) yang berjaga malam. Saat Ahmad datang, dia melihat sudah terjadi cekcok antara pelaku dan korban, kemudian tiba-tiba pelaku menebas tangan korban. 


Saat dikonfirmasi apakah tangan korban benar-benar putus, Ahmad menuturkan jika tangan korban memang nyaris putus dan harus diamputasi. "Memang dari informasi yang saya dengar harus diamputasi," ungkapnya lagi. 


Ahmad yang sudah bekerja sebagai Satpam di tempat tersebut, mengaku belum mengetahui secara pasti apa masalah keduanya sehingga berujung pada penebasan. "Saya tidak tahu apa penyebabnya, dan kenapa bisa dia bawa parang, apakah bawa dari rumah, saya juga tidak tahu," jelas Ahmad. 


Korban hingga saat ini di rawat di RSUP Sanglah akibat luka tebasan yang dideritanya. Sedangkan pelaku Hairudin, usai melakukan penebasan langsung kabur dan saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. 


Walaupun peristiwa naas ini terjadi sudah awal Desember, kasus ini baru dilaporkan Minggu (13/12) ke Polsek KP3 Pelabuhan Benoa. Menurut Sumber petugas, penyebab terjadinya penebasan tersebut akibat pelaku sakit hati, sering dimarahi oleh korban. "Ada motif dendam pelaku kepada korban, pelaku mengeluh sering memarahi korban," ujar sumber. 


Pelaku Hairudin sebenarnya merupakan Komandan Regu (Danru) Satpam PT SJS dan sudah bekerja di tempat tersebut selama 5 tahun sebagai Satpam. Sedangkan korban yang berasal dari Pekanbaru menurut pengakuan saksi, juga sudah lama bekerja di tempat tersebut. 


Menurut sumber petugas, pelaku Hairudin membawa parang dari kosnya, sesampainya di kantor saat korban datang terjadi cekcok mulut. "Para pegawai lain sempat melerai keduanya, tetapi tidak bisa sehingga terjadi penebasan tersebut," jelas sumber. 

Editor : I Komang Gede Doktrinaya