Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kecewa Covid-19 Dianggap Konspirasi, Adelinda Semangat Edukasi Warga

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 25 Desember 2020 | 15:32 WIB
Kecewa Covid-19 Dianggap Konspirasi, Adelinda Semangat Edukasi Warga
Kecewa Covid-19 Dianggap Konspirasi, Adelinda Semangat Edukasi Warga



TABANAN, BALI EXPRESS - Petugas tracer atau pencari kontak erat dari kasus konfirmasi Covid-19, merupakan garda terdepan dalam pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. 


Di Kabupaten Tabanan, peran para tracer yang ditugaskan di masing-masing Puskesmas tersebut pun sangat vital. Perjuangan mereka dalam menjalankan tugas juga tak bisa dianggap enteng.


Seperti halnya yang diungkapkan  salah seorang tracer yang bertugas di Puskesmas Selemadeg Barat, Adelinda Ayu.


Wanita 23 tahun ini menjelaskan bahwa sejak menjalankan tugas sebagai tracer, banyak pengalaman yang telah dilalui. Pengalaman yang tidak bisa ia lupakan adalah ketika menghadapi masyarakat yang memiliki karakter yang berbeda-beda. 


"Ada yang mudah diajak berkomunikasi, namun ada juga yang menganggap Covid-19 itu konspirasi," ungkapnya, Rabu (23/12).


Dari pengalaman itu,  Adelinda belajar untuk memahami karakter masing-masing orang. Namun, Sarjana Kesehatan Masyarakat itu tak menyerah. 


Ia tetap berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga mau didata kemudian menjalani tes swab karena sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19. 


"Yang membuat cukup terkejut anggapan bahwa Covid-19 itu konspirasi bukan hanya di kalangan masyarakat biasa saja, namun ada juga tokoh masyarakat yang beranggapan begitu," imbuh tracer asal Banjar Pengereregan, Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan tersebut.


Sejatinya, ia bersama tracer lainnya tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, apabila menemui masyarakat yang seperti itu. Namun ia tetap berusaha mengedukasi dan berkonsultasi.


"Sebenarnya sangat disayangkan, tapi kami selalu berusaha mengedukasi dan berkonsultasi. Serta atas bimbingan Kepala Puskesmas, dan Dinas Kesehatan Tabanan, lama kelamaan hal tersebut menjadi hal yang biasa kami alami dan sedikit demi sedikit bisa kami pecahkan bersama tim tracer," paparnya.


Kendatipun demikian, ia tetap semangat dalam mengedukasi masyarakat, sampai akhirnya mereka paham dan sadar untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir atau gunakan hand sanitizer, juga menjaga jarak atau hindari kerumunan atau berkerumun.


"Sesuai dengan tugas kami, yakni mencari kontak erat  (KE) dari kasus konfirmasi Covid-19, dan melakukan pemantauan baik kasus maupun KE, serta pastinya mensosialisasikan prokes Covid-19," lanjut Adelinda


Sejak mulai menjalankan tugas tanggal 11 November 2020 lalu, ia sudah berhadapan dengan ratusan masyarakat yang sempat kontak erat dengan pasien positif


Adelinda mengaku tidak takut terpapar Covid-19, meski berkomunikasi dengan masyarakat yang berpotensi positif Covid-19 atau bahkan yang positif Covid-19


Menurut Adelinda hal itu tidak menjadi masalah bagi dirinya. Sebab, ia bersama tim tracer saat bertugas sudah dibekali dengan  alat pelindung diri (APD) lengkap,. sehingga risiko terpapar Covid-19 kecil.




Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#cucitangan #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #cucitangandengansabun #satgascovid19 #wajibmenghindari kerumunan #ingatpesanibucucitangan #wajibmenjagajarak #ingatpesanibu #jagajarak #pakaimasker #wajibmencucitangandengansabun #jagajarakhindarikerumunan #wajibmemakaimasker