SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Anjing rabies berulah di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Anjing yang dipungut di wilayah Desa Satra, Kecamatan Klungkung itu, menggigit orang yang memungutnya, termasuk warga lain.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung Ida Bagus Juanida mengungkapkan, anjing tersebut menggigit tiga orang warga dan pemiliknya. Meski tak membeber identitas yang memungut anjing itu, Juanida menyebutkan bahwa anjing itu menggigit tuannya, Minggu (10/1) atau sekitar sepekan setelah dipungut.
Anjing yang belum sempat divaksin tersebut berulah ketika dilerai saat bertengkar dengan anjing lain. “Mau dipisahkan, malah menggigit,” tutur Juanida, Kamis (14/1). Tak hanya tuannya yang digigit, dalam dua hari anjing tersebut mengigit orang lain. “Jadi jumlahnya empat orang,” imbuh Juanida.
Mendapat informasi tersebut, Dinas Pertanian melakukan eliminasi anjing itu untuk kepentingan uji laboratorium. Ternyata hasil pengujian yang keluar Rabu (13/1) lalu, memastikan anjing tersebut positif rabies.
Sebagai tindak lanjut, dinas melakukan vaksinasi tertarget di wilayah kasus. Terdapat 20 ekor anjing divaksin. Selain itu, dilakukan eliminasi selektif terhadap anjing yang dicurigai sempat kontak dengan anjing rabies. “Eliminasi empat ekor anjing,” sebutnya.
Atas kejadian itu, Juanida mengimbau masyarakat agar secara rutin melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaannya.
Apabila terlewat dari jadwal vaksinasi rutin dinas setempat, bisa langsung ke pos kesehatan hewan di masing-masing kecamatan. “Vaksinnya gratis,” terang Juanida. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membuang anjing, apalagi yang belum sempat divaksin," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. Made Adi Swapatni mengatakan, semua yang digigit anjing sudah mendapatkan suntikan vaksin antirabies (VAR). Tidak ada yang disuntik SAR karena gigitan tidak daerah risiko tinggi.
Adi Swapatni menuturkan, awalnya menerima laporan dua orang digit anjing rabies di Desa Takmung. Kemudian dilacak, ternyata ada lima orang. “Semua sudah ditangani dan diberikan VAR," ungkap Adi Swapatni.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya