GIANYAR, BALI EXPRESS - Pasar Seni Sukawati yang sebelumnya terkesan kumuh, sesak, dan panas, kini telah rampung direvitalisasi. Sehingga pasar yang identik dengan oleh-oleh khas Bali ini, siap bersaing dengan toko oleh-oleh yang menjamur di Bali.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar Luh Gede Eka Suary menyampaikan, dengan rampungnya proyek revitalisasi Pasar Sukawati Blok A dan Blok B, maka akan dikelola secara modern dan siap bersaing dengan toko atau pasar oleh-oleh swasta lainnya.
"Pasar ini memang direvitalisasi untuk bisa bersaing dengan pasar atau toko oleh-oleh swasta yang menjamur di sejumlah lokasi di Bali. Bangunan dan fasilitas dibenahi sehingga mampu menyaingi pasar oleh-oleh swasta," ungkapnya, Jumat (12/2).
Dikatakannya, Pasar Seni Sukawati telah diserahterimakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali ke Bupati Gianyar.
Pasar Seni Sukawati Blok A terdiri dari 4 lantai dan 1 basement. Dengan area penjualan atau los untuk 779 unit yang terdiri dari 168 los di lantai dasar, 183 los di lantai 1, 217 los di lantai 2, dan 211 lost di lantai 3, serta menampung 39 unit kendaraan roda 4 pada basement.
Selanjutnya Pasar Seni Sukawati Blok B terdiri dari 3 lantai dan 1 basement, dengan area penjualan atau kios sebanyak 31 unit atau kios yang terdiri dari 15 kios untuk berjualan di lantai 1, dan 16 kios untuk berjualan di lantai 2.
Sedangkan pada lantai dasar terdapat 8 unit yang dapat dipergunakan untuk perkantoran serta menampung 7 unit kendaraan roda 4 pada basement.
Ditambahkannya, Pasar Seni Sukawati Blok A dan Blok B juga dilengkapi fasilitasi dengan ruang pengelola, ruang laktasi, ruang tunggu, ruang informasi, pos kesehatan, bank, KUD, LPD, PAUD, ruang pompa, ground tank, ruang MEP, area bermain anak, toilet difabel, toilet pria dan wanita, lift, tangga, dan tangga darurat.
"Dengan tampilan yang baik, bersih, dan fasilitas yang lengkap, pedagang dan pengunjung akan merasa nyaman," imbuhnya.
Pasar Seni Sukawati Blok A dan Blok B, akan ditempati sekitar 802 pedagang yang sebelumnya juga menempati bangunan Pasar Seni Sukawati yang lama. Sebelum pedagang pindah ke pasar yang baru, akan dilakukan survei dan penghitungan dulu.
"Ke depan kami akan ketemu pedagang dulu, walaupun dari awal sudah disosialisasikan, kami adakan survei apakah akan diundi atau bagaimana," sambungnya.
Sedangkan mengenai harga sewa per los atau kios, akan dihitung oleh Kementerian melalui tim appraisal. "Berapa yang harus diperjanjikan, apa lebih mahal harga sewanya itu tergantung konsultan yang menilai," tandasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya