Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Beredar Chat Sulinggih Ngajak Beli Dulang Ketemuan di Hotel

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 8 Maret 2021 | 02:04 WIB
Beredar Chat Sulinggih Ngajak Beli Dulang Ketemuan di Hotel
Beredar Chat Sulinggih Ngajak Beli Dulang Ketemuan di Hotel

DENPASAR, BALI EXPRESS -  Beredar percakapan aplikasi whatsApp diduga sulinggih muda di Bali, Ida Shri Bhagawan Mas Dalem mendadak viral, Minggu (7/3). Pasalnya, dalam percakapan tangkapan layar handphone itu, mengajak seorang panjak perempuan untuk mengantarnya membeli dulang keperluan upakara. Namun, lokasi pertemuannya di sebuah hotel.


Unggahan percakapan itu di status media sosial Agus Gunawan dan menjadi viral di media sosial. Sehingga membuat beberapa ada yang komentar menyayangkan hal tersebut jika benar-benar dilakukan oleh sulinggih yang tergolong muda tersebut.  


Menanggapi hal tersebut, Komang Priambada dari Gerakan Kearifan Hindu se- Nusantara lewat surat terbuka di media sosial berharap kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, dapat cepat menyikapi hal tersebut. Pihaknya  mengemukakan permintaan kepada PHDI, sebab selaku pemegang otoritas pemberian izin Diksa kepada para Sulinggih. 


Tertulis permohonannya ditujukan kepada Ketua PHDI Bali. "Dengan hormat dengan keprihatinan yang mendalam, kami harus mengemukakan permintaan kami kepada PHDI selaku pemegang otoritas pemberian izin Diksa kepada para Sulinggih. Satu oknum Sulinggih telah menjadi tersangka pelecehan seksual dan satu lagi sedang viral (foto kami lampirkan yang kami dapat dari Facebook juga) dengan kasus yang hampir sama." Demikian tulis Komang Priambada, Minggu (7/3).


Atas kejadian tersebut Komang Priambada meminta tanggapan dan penjelasan tentang 4 poin. Poni pertama (1) yabg ditanyakan, bagaimana proses belajar dan persiapan Diksa kedua oknum Sulinggih yang bermoral rendah ini?


Selanjutnya, poin kedua (2),  Siapakah Nabe-nabe oknum Sulinggih bermoral rendah ini? Kemudian yang ketiga (3), Siapakah yang melakukan Diksa Pariksa sehingga mereka bisa menjadi Sulinggih?  Dan terakhir (4), Apa tindakan PHDI terhadap para oknum Sulinggih bermoral rendah ini?


Lewat surat terbuka di Facebook ini, Komang Priambada mengharapkan  jawaban melalui  media sosial karena toh juga masalah ini sudah viral. "Ini menjadi penting, dimana kita ingin ini dibuka kepada masyarakat dan  mempergunakan tekanan sosial untuk mencegah kejadian terulang lagi, serta pembelajaran bagi kita semua," urainya 


Bahkan, Komang Priambada  meminta PHDI untuk meminta Nabe dari oknum Sulinggih tersebut mencabut gelar kesulinggihan dan memecat mereka, sekaligus tidak mengakui sebagai sisya Nabe yang bersangkutan, juga menarik sertifikat yang pernah dikeluarkan. 


Dikonfirmasi Ketua PHDI Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, Minggu (7/3) menjelaskan, pihaknya telah mendatangi gria Ida Shri Bhagawan Mas Dalem. Namun, utusan dari PHDI tidak menemukan Ida Shri Nabe di grianya dan diinformasikan berada di lokasi yang lain. 


"Langkah kami di PHDI mengecek kebenarannya dulu. Apakah itu benar yang bersangkutan apa tidak. Tadi pagi utusan dari PHDI sudah datang ke gria beliau, namun tidak ada. Jadi utusan akan mengecek lagi besok," papar pria asal Karangasem ini. 


Sementara ditanya ketika hal tersebut benar adanya, apa yang dilakukan PHDI Bali? Prof Sudiana menyampaikan pihaknya akan merapatkan terlebih dulu di PHDI. "Kalau benar kita akan rapatkan terlebih dulu. Untuk utusan besok akan kembali mengecek ke sana," tandasnya. 


Sementara  dikonfirmasi Ida Shri Bhagawan Mas Dalem, sampai berita ini dibuat belum bisa memberikan keterangan. Padahal saat dihubungi teleponnya selalu berdering, namun tidak ada yang menjawab.





Editor : I Komang Gede Doktrinaya