Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pedagang Bakso Temukan Uang Palsu Rp 20 Ribu

Nyoman Suarna • Senin, 24 Mei 2021 | 02:29 WIB
Pedagang Bakso Temukan Uang Palsu Rp 20 Ribu
Pedagang Bakso Temukan Uang Palsu Rp 20 Ribu

DENPASAR, BALI EXPRESS – Beberapa waktu lalu, salah seorang pedagang bakso di kawasan Jalan Raya Pemogan, Kepaon, Denpasar menjadi korban penipuan penggunaan uang palsu. Pembeli yang datang menyodorkan uang Rp 20 ribu palsu untuk membayar pesanannya.


“Kami habis terima pembayaran dari pelanggan kemarin. Kami tahu itu uang palsu setelah ada pelanggan yang menginformasikan. Awalnya, kami pakai kembalian ke pelanggan lain, lalu dipakai beli bensin. Dari penjual bensin mengatakan uang itu palsu. Kemudian pelanggan yang sebelumnya membeli bakso ke kami mengembalikan dan menginformasikan uang palsu itu, dan saya ingat memang dia sempat beli bakso di sini,” terang penjual Bakso Ragil, Sigit, Minggu (23/5). 


Sigit mengaku tidak mengetahui siapa pelakunya. Sebab, saat itu pelanggan tengah ramai dan uang pembayaran langsung ditaruh begitu saja.


Menyusul kejadian tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali mengimbau agar masyarakat untuk berhati-hati dalam setiap melakukan transaksi. Masyarakat diminta untuk memastikan keaslian uang dengan mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah melalui 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang).


“Bisa dengan cara 3D atau menggunakan alat bantu seperti sinar ultra violet,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho.


Trisno Nugroho menambahkan, apabila masyarakat ragu dengan uang yang didapat, maka masyarakat bisa meminta bantuan perbankan atau melakukan konfirmasi secara langsung ke Bank Indonesia.


Sementara itu, pada Triwulan I tahun 2021 temuan peredaran uang palsu tercatat turun secara signifikan di Bali. Menurut data, periode Januari hingga Maret 2020 ada sebanyak 410 lembar, sedangkan 193 lembar pada periode yang sama pada tahun 2021.


“Jadi dari data tercatat peredaran uang palsu 2021 turun secara signifikan. Peredaran uang palsu saat ini didominasi pecahan Rp 50 ribu,” ungkapnya.


Bank Indonesia Provinsi Bali telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi bertambahnya korban dari peredaran uang palsu. Baik melalui edukasi secara langsung, maupun melalui media atau online.


“Bank Indonesia Provinsi Bali terus melakukan edukasi mengenai uang Rupiah dan ciri-ciri keaslian uang Rupiah kepada masyarakat,” katanya.(ika)

Editor : Nyoman Suarna
#bank indonesia